Yamaha Lexi

Suka Tidur sama Hewan Peliharaan? Sehat Enggak, Sih?

  Senin, 27 November 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

AYOBANDUNG.COM – Keluarga itu dirimu, adikmu, kakakmu, ayahmu, ibumu, dan, satu lagi : hewan peliharaanmu. Kalau sudah kadung sayang sama binatang peliharaan apa mau dikata, tidur bersama di balik satu selimut pun jadi. Tapi sehatkah itu?

Direktur Microbiome Center di University of Chicago, AS, Jack Gilbert mengatakan jika tidur bersama binatang peliharaan sebenarnya tidak sehat, tapi itu hanya terjadi dalam beberapa kasus.

“Misalnya Anda sebaiknya tidak membiarkan anjing Anda tidur di tempat tidur jika Anda sedikit alergi,” kata Gilberst sebagaimana dituliskan Men’s Health. Sistem kekebalan tubuh, lanjutnya, akan bereaksi secara berlebih terhadap alergi. “Dan tempat tidur Anda menjadi pusat alergi,” ujarnya. Hal itu membuat Anda menghirup partikel berbahaya selama delapan jam – waktu tidur – dalam setiap malamnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Korea Selatan menemukan jika tikus yang terpapar alergi dalam waktu lama akan menunjukkan tingkat peradangan berbahaya yang tinggi.

Memang, yang namanya hewan peliharaan bisa meningkatkan jumlah bakteri di dalam rumah Anda. Namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado mengatakan jika tidak semua bakteri yang dihasilkan hewan peliharaan itu buruk.

Lagipula, terpapar oleh banyak jenis bakteri, di lain sisi, dapat membantu Anda meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang kemudian bisa membantu Anda untuk menangkis penyakit. Penelitian Gilbert misalnya, mengatakan jika anak-anak yang tubuh di sekitar hewan ternak memiliki tingkat penyakit autoimun yang lebih rendah.

Selain faktor alergi, anjing atau kucing juga bisa membuat waktu tidur Anda berkurang. Pasalnya, anjing dan kucing adalah hewan yang aktif di malam hari. Namun di lain hal, anjing dan kucing juga justru dapat membantu proses tidur Anda. Itu dikatakan dalam sebuah penelitian yang pernah diterbitkan di Mayo Clinic Proceedings Journal.

Penyebabnya adalah hewan yang memberikan efek positif pada sisi psikologis si pemeliharanya, yang bisa membantu Anda mengatur emosi dan mengatasi stres. Peneliti di University of Missouri-Columbia menemukan bahwa berinteraksi dengan hewan peliharaan menyebabkan otak Anda melepaskan hormon oksitosin. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar