Yamaha Aerox

Paliatif Bukan Hanya Perawatan untuk Pasien Menjelang Ajal

  Senin, 20 November 2017   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Peserta tengah melakukan simulasi perawatan paliatif di RSHS, Bandung, Senin (20/11). (AyoBandung/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Ketika dokter menyarankan pasien kanker yang sudah parah atau stadium lanjut untuk pulang atau dirawat di rumah, tak sedikit keluarga, bahkan pasien yang marah dan menuding dokter tak bertanggung jawab. Padahal dokter mengatakan itu lantaran sudah tak mampu berbuat banyak. Dan, perawatan paliatiflah yang diperlukan.

Wakil Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Murniati Widodo AS mengatakan, perawatan paliatif artinya meringankan penderitaan pasien yang sudah sakit parah dan tidak dapat disembuhkan, seperti misalnya kanker. Tujuannya agar penderita kanker dapat menjalani hari-hari terakhirnya dalam keadaan senang.

Dengan kata lain, perawatan paliatif ini punya tujuan untuk tidak menambah derita pasien. “Daripada pasien tersiksa oleh mesin atau obat-obatan yang tidak membantu dan malah membuatnya semakin sakit, lebih baik asien diberi kesempatan hidup tenang di sisa hidup,” ujar Murniati usai membuka Pelatihan Perawatan Paliatif Pasien Kanker pada tenaga kesehatan dan tenaga pelaku rawat (caregiver) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Senin (20/11/2017).

Asal tahu saja, banyak pasien kanker parah yang tinggal menunggu ajal begitu menderita ketika harus menjalani pengobatan yang sebenarnya sia-sia. Hanya rasa sakit yang semakin parah yang dirasakannya.

Tapi, seperti apakah perawatan paliatif itu? Perawatan paliatif memperbolehkan pasien kanker parah dirawat di rumah didampingi keluarga dan sanak saudara tercinta. Saat dirawat di rumah, pasien biasanya akan merasa lebih nyaman dan bisa membantu meringankan beban, juga pikiran hingga lebih siap menghadapi kematian.

"Dengan perawatan paliatif ini mereka bisa memiliki kualitas hidup yang baik di sisa hidup mereka. Atau dengan kata lain pada akhir hayatnya para pasien ini bisa meninggal secara bermartabat dan hangat ditemani keluarga, anak cucu yang mendoakan. Tidak meninggal di ruangan dingin atau sepi layaknya rumah sakit," tutur Murniati. 

Murniati menyebutkan, ketika pasien dirawat di rumah, keluarga bisa berkonsultasi dengan tim paliatif untuk mengatasi masalah psikologis, emosional, spiritual dan sosial yang muncul. Jika memungkinkan pasien juga bisa konsultasi langsung ke rumah sakit dengan tim paliatif.

Penyembuhan pasien sakit parah ini ditekankan pada aspek psikologis, emosional, spiritual, dan sosial. Faktor-faktor tersebut, kata Murniati, saling berhubungan. Artinya, bila salah satu faktor tidak ditangani dengan benar, maka masalah akan timbul.

Lalu, apa manfaat perawatan paliatif? Menurut Penanggung Jawab Program Paliatif YKI, Siti Annisa Nuhonni, menyebutkan jika perawatan Paliatif kepada pasien kanker dilakukan untuk membantu menenangkan pasien dan keluarga. Dalam Perawatan Paliatif, tim perawat akan menolong pasien dengan melibatkan tokoh agama sesuai kepercayaan yang dianutnya untuk memberikan rasa tentaram dan damai. 

Oleh karena itu, pentingnya perawatan paliatif perlu disampaikan sejak awal, di mana menjaga dimensi kualitas kehidupan ada yang menjadi bagian pasien, bagian keluarga maupun bagian tim medis.

"Perawatan paliatif bukan untuk menunda kematian tetapi memberikan kesempatan pada pasien sakit parah meninggal dengan rasa tidak tersiksa. Bila proses kelahiran dipersiapkan dengan baik dan sukacita, maka proses kematian pun harus dipersiapkan dengan baik dan dalam keadaan senang," kata Honni. 

Pada prinsipnya, perawatan paliatif meliputi berbagai hal. Diantaranya menghargai kehidupan dan menganggap proses menjelang kematian sebagai proses normal. Bukan untuk mempercepat atau menunda kematian.

"Tim paliatif akan memberikan 'telinga' untuk pasien dan keluarganya, kami akan mendengarkan segala keluhan yang dirasakan, agar semua beban pikiran dan penderitaan dapat diselesaikan dan proses kematian dapat disikapi dengan baik," ujar Honni. 

Perawatan paliatin sendiri biasanya dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari berbagai disiplin, seperti kedokteran, keperawatan, psikologi, sosial, dan spiritual. Tim bekerja secara interdisiplin dan melakukan pembahasan kasus secara reguler untuk menentukan rencana terpadu.

Hingga saat ini, pasien kanker dengan stadium lanjut merupakan pasien terbanyak yang ditangani oleh tim paliatif.

Yang terpenting dan harus diingat, perawatan paliatif bukan hanya untuk pasien yang akan meninggal, tetapi untuk meringankan beban dan penderitaan pasien agar tetap menaruh semangatnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar