Yamaha Aerox

Ini Risiko Bila Anda Terlalu Lama Menonton Televisi

  Senin, 20 November 2017   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi menonton televisi.(Boldsky)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Saat mendapatkan waktu luang, Anda tinggal ambil remote televisi dan kerap duduk berlama-lama. Apakah Anda tahu bahaya terlalu lama menonton televisi?

Terlalu lama menonton televisi dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan.

Sebuah penelitian baru telah memperingatkan menonton televisi terlalu lama bisa melipatgandakan kemungkinan berkembangnya bekuan darah.

Penayangan TV yang berkepanjangan telah dikaitkan dengan penyakit jantung, tapi studi baru melihat penggumpalan darah pada pembuluh darah kaki, lengan, panggul, dan paru-paru yang dikenal sebagai tromboemboli vena (VTE).

"Menonton TV itu sendiri tidak mungkin buruk. Tapi kita cenderung untuk ngemil dan duduk untuk waktu yang lama sambil menonton," kata Mary Cushman, dari University of Vermont di AS seperti dikutip Boldsky, Senin (20/11/2017).

Para peneliti memeriksa 15.158 partisipan paruh baya (45-64 tahun). Risiko pengembangan VTE 1,7 kali lebih tinggi pada mereka yang melaporkan menonton TV "sangat sering" dibandingkan "tidak pernah atau jarang".

"Pikirkan bagaimana Anda bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menjalani kehidupan yang lebih penuh dan lebih sehat," kata Cushman.

"Anda bisa memasang treadmill atau sepeda stasioner di depan TV dan bergerak sambil menonton. Atau Anda bisa menunda menonton TV sekitar 30 menit saat berjalan-jalan," katanya.

Setiap tahun, diperkirakan antara 300.000 sampai 600.000 orang di AS terkena, menjadikannya diagnosis vaskular yang paling umum setelah serangan jantung atau stroke.

Meskipun VTE lebih sering terjadi pada orang berusia 60 dan lebih tua, hal ini dapat terjadi pada usia berapa pun.

"Selain menghindari menonton TV yang berkepanjangan, Anda dapat menurunkan risiko VTE dengan mempertahankan berat badan yang sehat dan tetap aktif secara fisik," tambah Cushman.

Untuk melakukan pencegahan Anda bisa melakukan hal sebagai berikut:

Jahe

Jahe merupakan salah satu bahan alami terbaik yang membantu mencegah pembekuan darah. Jahe dikenal karena sifat antioksidan dan anti-inflamasinya sehingga membantu mencegah pembekuan darah. Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk teh atau satu juga bisa menambahkannya ke dalam makanannya.

Kayu manis

Kayu manis merupakan salah satu bumbu terbaik yang membantu dalam mencegah pembekuan darah. Kayu manis juga membantu membubarkan gumpalan darah yang ada di pembuluh darah. Menambahkan kayu manis pada makanan bisa membantu mencegah segala bentuk bekuan darah.

Kunyit

Kunyit dikenal karena anti-inflamasi dan sifat pengencer darahnya. Menambahkan kunyit pada makanan secara teratur sehingga membantu mencegah pembentukan bekuan darah. bekuan darah

Peppermint
Peppermint kaya akan vitamin K, yangmembantu mengurangi risiko penggumpalan darah. Bukan hanya itu, peppermint juga membantu dalam meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kesehatan jantung Anda.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar