Yamaha NMax

Acungkan Jari Tengah untuk Trump, Perempuan Ini Dipecat dari Kerja

  Selasa, 07 November 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (REUTERS/Joshua Roberts)

AYOBANDUNG.COM – Sial tak dapat ditolak. Gara-gara mengacungkan jari tengahnya ke arah iring-iringan mobil Presiden Amerika Serikat Donald Trump, seorang pekerja AS dipecat dari pekerjaannya.

Kisah bermula ketika Juli Briskman tengah bersepeda di Virginia sekitar satu bulan lalu. Iring-iringan kendaraan Trump mendadak melewatinya. Spontan, ia pun mengacungkan jari tengahnya sebagai ungkapan hatinya terhadap orang nomor satu di Amerika itu.

“Dia (Donald Trump) lewat dan darahku mulai mendidih,” ujarnya sebagaimana dilansir dari The Guardian, Selasa (7/11/2017).

Seorang fotografer dalam rombongan Trump sempat mengambil gambar Briskman yang tengah mengacungkan jari tengah itu. Lantas, dengan cepat gambar itu pun menyebar dan menjadi viral.

Banyak yang memuji Briskman tak ubahnya seorang superhero. Bahkan beberapa diantaranya mengatakan jika Briskman harus mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden AS 2020 mendatang. Atas puja-puji itu pula, Briskman pun tanpa pikir panjang memajang foto tersebut sebagai foto profil media sosialnya.

Briskman telah bekerja sebagai seorang spesialis pemasaran dan komunikasi untuk perusahaan kontraktor pemerintah di Virginia selama enam bulan. Di satu waktu, atasannya memanggilnya untuk bicara empat mata. “Mereka berkata, pada dasarnya saya tidak boleh melakukan hal-hal tidak senonoh di media sosial”. Begitu Briskman berkisah.

Perusahaan rupanya tak senang melihat laku Briskman yang memasang foto “tak senonoh” itu di laman Twitter dan Facebook-nya. Perusahaan berkilah jika hal itu melanggar kebijakan media sosial, dan sekaligus dapat merugikan reputasi perusahaan sebagai kontraktor pemerintah.

Padahal, Briskan sama sekali tak mencantumkan identitas pekerjaannya di laman media sosialnya. Bahkan, seorang karyawan lain, menurutnya, pernah meluncurkan sebuah pengginaan profan tentang seseorang di Facebook. Tapi tampaknya si kawan baik-baik saja. Ia diizinkan untuk mempertahankan jabatannya.

Ketika kabar soal pemecatan Briskman tersebar, banyak warganet yang bertanya-tanya, mengapa Briskman harus dihukum hanya karena mengungkapkan ekspresinya di era kebebasan berbicara.

Kendati demikian, Briskman mengaku sama sekali tak menyesali kelakuannya. “Dalam beberapa hal, saya melakukan sesuatu lebih baik dari sebelumnya,” katanya. “Saya marah tentang negara saya sekarang. Ini adalah kesempatan bagi saya untuk mengatakan sesuatu.”

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar