Yamaha Aerox

Fenomena Aneh Seorang Perempuan yang Berkeringat Darah Segar

  Rabu, 25 Oktober 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

AYOBANDUNG.COM – Kamu pasti pernah mendengan idiom “kami berkeringat darah”. Meski berkeringat darah hanya dianggap sebagai perumpamaan, tapi rupanya ini adalah kondisi medis yang bisa terjadi pada manusia.

Seorang perempuan berusia 21 tahun di Italia mendatangi rumah sakit lantaran wajah dan tangannya mengeluarkan darah, tanpa adanya luka atau pemicu jelas lainnya. Ya, cairan berwarna merah itu muncul melumuri permukaan tangan dan wajahnya. Awalnya keraguan bahwa itu bukanlah cairan darah muncul. Namun tes medis pun menegaskan jika cairan itu adalah darah.

Melansir Science Alert, apa yang menimpa perempuan muda itu merupakan sebuah kondisi langka sekaligus membingungkan yang disebut hematohidrosis.

Sebelumnya, mari kita kembali ke ribuan tahun lalu, pada awal abad ke-3 SM. Dalam risalah Aristoteles, disebutkan jika Yesus dari Nazarus berkeringat darah di malam sebelum eksekusi. Dan Leonardo da Vinci juga pernah melaporkan sebuah kasus seorang tentara yang berkeringat darah sebelum pertempuran. Artinya, keringat darah ini bukanlah yang pertama kali.

Pada tahun 1996, sepasang dokter mempresentasikan sebuah klasifikasi berdasarkan 76 kasus dari abad ke-17 hingga tahun 1980 silam. Namun hingga saat ini, kondisi itu tetap tak populer di tingkat ilmu kedokteran.

Sumber foto : Science Alert/ CMAJ/ dr Maglie

Jacalyn Duffin, yang menulis sebuah laporan tambahan untuk kasus tersebut, mengatakan jika hingga saat ini ilmu kedokteran belum dapat memverifikasi kebenaran penyakit tersebut. Bahkan, hingga akhir tahun 2012, buku teks Mahakudus Dermatologi juga mencatat bahwa hematohidrosis belum terkonfirmasi oleh sains.

Lalu, ada kasus yang lebih baru. Para periset dan dokter telah mengirimkan laporan seorang pria berusia 72 tahun dengan kondisi serupa di tahun 2009, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun pada 2010, seorang perempuan 18 tahun dan 12 tahun di 2013.

Dalam artikel “History and Review”-nya, Duffin melihat terdapat 28 laporan kasus serupa dalam kurun waktu tahun 2004 hingga 2017.

“Singkatnya, laporan klinis hematohidrosis bertahan pada tingkat yang stabil dan bahkan mungkin meningkat,” ujar Duffin.

Hingga saat ini, tak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan kondisi tersebut. Lebih dari satu peneliti menduga jika hal itu ada kaitannya dengan tekanan emosional. Namun mungkin hanya dengan penelitian lebih lanjut, ilmu kedokteran bisa menemukan jawabnya.

Kasus pasien berusia 21 tahun ini konsisten dengan kasus sebelumnya. Dilaporkan jika pendarahan bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika dirinya tengah tidur. Pendarahan itu bisa berlangsung satu hingga lima menit. Ia juga mengaku jika pendarahan itu akan terjadi lebih intens saat dirinya sedang merasa tertekan secara emosional.

Akibat dari kondisi aneh itu, ia pun terlepas dari kehidupan sosialnya. Ia mengisolasi dirinya sendiri lantaran malu atas kondisi yang dideritanya. Tak ayal, perempuan itu juga dilaporkan mengalami depresi dan gangguan panik.

Para dokter belum yakin betul dengan kondisinya. Mereka merawatnya dengan pemberian obat depresi dan obat tekanan darah tinggi yang telah digunakan untuk mengobati kasus hematohidrosis sebelumnya.

Meski kondisinya kian membaik, namun para dokter mengatakan jikan pendarahan belum berhenti sama sekali.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar