Yamaha Mio S

Ikuti 5 Tren Fesyen Kedodoran Ini Agar Kamu Makin Fabulous!

  Senin, 23 Oktober 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Tren baju oversized alias kedodoran memang enggak pernah ada matinya. Membikin kamu, khususnya perempuan, terlihat lebih kasual, santai, dinamis, dan asyik.

Sejak era 1990-an, tren ini sempat hype di kalangan remaja-remaja menggemaskan yang mengombinasikan gaya fesyen tahun 1960 – 1980an. Saat itu, celana jin dan pakaian longgar yang dimasukkan menjadi simbol umum berbusana.

Tapi, kan, waktu terus berputar. Untuk sekarang, tren baju kedodoran ini masih saja digilai oleh banyak orang, umumnya anak muda. Tapi tentu dengan inovasi gaya-gaya anyar yang patut kamu perhatikan dan jadikan referensi dandanmu.

 

T-shirt kebesaran

Ini adalah yang paling umum dari gaya fesyen kedodoran. T-shirt berukuran besar biasanya bakal bikin kamu terlihat lebih muda.

Kamu bisa pilih t-shirt polos berwarna monokrom antara hitam dan putih, atau motif salur-salur, sampai kaos merchandise band-band idola biar bikin kamu dibilang “anak musik banget”.

Padukan saja t-shirt kedodoranmu dengan celana jin lurus dengan bagian bawah yang dilipat atawa cuff denim atau mini skirt berbahan jin lusuh. Jangan lupa, masukkan t-shirt kedodoranmu. Dan, kalau mau lebih oke oce lagi, tambahkan saja ikat pinggang.

Atau, kalau mau lebih eksentrik lagi, beranikan saja dirimu buat padukan t-shirt band kedodoranmu dengan long skirt yang agak nanggung dan padukan dengan koleksi sneaker-mu.

Dandanan ini bisa kamu gunakan saat hura-hura bareng teman atau ajojing di festival-festival musik. Tapi, jangan sampai berdandan seperti ini ke kantor. Sebab, jika kamu berdandan seperti itu, niscaya Divisi HRD bakal menyentilmu.

Sumber foto : What to Wear

Sweater atau cardigan

Nah, busana ini sudah paling pas buat sekarang. Cuaca Bandung yang mulai dingin dan memasuki musim penghujan bisa jadi alasan kamu buat mengenakan sweater.

Kamu bisa gunakan sweater rajut kedodoran dengan warna-warna gradasi yang kece. Atau padukan t-shirt dengan cardigan kebesaran, yang bahkan sampai menutupi bagian telapak tanganmu. Lantas, padukan saja dengan skinny jeans atau legging. Niscaya, kamu bakal terlihat sangat kasual.

Atau, kalau dalam suasa kerja, kamu bisa padukan sweater kedodoranmu dengan kemeja di dalamnya. Lalu padukan dengan legging dan ankle boots yang bakal bikin kamu tetap terlihat chic dan anggun.

Sumber foto : Pinterest

Kemeja flanel

Ini juga salah satu tren yang ngetren di era 1990an. Penyebabnya siapa? Jelas si gitaris kidal Kurt Cobain. Ia memang kerap menggunakan flanel-flanel lusuh dan kedodoran dalam setiap aksi panggungnya. Menggambarkan sikap rebel dan anti-kemapanan yang menjadi isu utama era grunge. Dan, kalau menurut penulis pribadi, sih, menggambarkan kesederhaan.

Kemeja flanel konon identik dengan para pekerja keras yang turun langsung di lapangan. Dipakai oleh orang-orang yang berada di garis depan dan bersentuhan langsung dengan objek pekerjaan di lapangan. Maka jangan heran kalau kamu melihat banyak wartawan (ehm) yang tampil dengan t-shirt yang berpadu dengan kemeja flanelnya. Katanya, sih, orang lapangan.

Kemeja flanel ini tetap asyik, lho, digunakan sampai sekarang. Kalau dulu di era 2000-an awal, kemeja flanel ini bertaburan di pasar-pasar baju bekas seperti Pasar Gedebage, Bandung. Dijual dengan harga yang murah. Tapi kalau sekarang, ya, jangan ditanya.

Padukan kemeja flanel ini dengan t-shirt polos. Lantas, pakailah celana jin lurus dengan mode cuff denim. Jangan lupa tambahkan sepatu converse atau sneaker-sneaker lainnya. Kalau kabar terakhir, sih, Kurt Cobain doyan juga pakai sepatu produk Bata.

Sumber foto : Pinterest

Jaket denim

Kamu bisa pilih jaket denim berukuran besar. Kalau ukuran bajumu adalah S, maka coba pilihlah ukuran M atau L.

Padukan dengan apa saja juga bisa. Tapi lebih asyik lagi kalau padukan dengan t-shirt saja. Jangan lupa gulung bagian lengan, tapi jangan terlalu panjang, biar kamu terlihat sangat hypebeast!

Jaket denim ini salah satu fashion item yang patut dikoleksi. Selain sangat kasual dan bisi bikin kamu terlihat hypebeast, jaket denim ini juga sebenarnya bisa dipadukan dengan apapun. Kamu bisa padukan dengan t-shirt salur-salur ala-ala Graham Coxon, dengan legging atau celana jin lurus yang lusuh, dengan sneaker atau sepatu boots ala Dr. Martens. Sikat, skoy!

Sumber foto : All Women Style

Long coat

Iya, sih. Kalau enggak kedodoran maka namanya bukan long coat. Tapi fashion item yang satu ini bisa kamu gunakan di daerah-daerah dengan suhu udara tinggi seperti Bandung. Biar ala-ala Inggris. Kalau kamu gunakan di Jakarta, artinya kamu kurang kerjaan.

Coba, deh, lihat Ian Curtis dalam film Control (2007) yang diperankan oleh Sam Rilley. Setiap pergi kemana-mana, ia kerap menggunakan long coat-nya yang super panjang. Nah, itu cocok sekali untuk di Bandung, apalagi di malam hari.

Buat kaum hawa, kamu bisa padukan long coat ini dengan t-shirt atau kemeja polos, lengkap dengan skinny pants atau legging. Atau, padukan long coat dengan dress pendek yang cantik. Jangan lupa, biar lebih Inggris, pakailah angkle boots atau sepatu-sepatu pantofel jadul yang terbuat dari kulit dan hak yang tebal. Agar kamu terlihat tambah elegan.

Buat kaum adam, selayaknya Ian Curtis, kemeja polos yang dipadukan dengan long coat itu bikin ganteng, lho. Atau untuk bagian dalam, kamu juga bisa padukan kemeja yang dilapis lagi dengan sweater pas badan. Dan, please, kalau bisa jangan gunakan sneaker, tapi pilihlah sepatu pantofel atau boots sekalian. Gagah, deh!

Sumber foto : Pinterest

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar