Yamaha Lexi

Studi : Penderita Kanker Baiknya Hindari Konsumsi Gula

  Selasa, 17 Oktober 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

AYOBANDUNG.COM – Teori yang mengatakan jika terlalu banyak mengonsumsi gula itu buruk bagi kesehatan tak hanya berlaku bagi penderita diabetes saja, tapi juga untuk semua orang. Pernahkah Anda berpikir jika gula juga bisa memengaruhi sel kanker?

Para ilmuwan telah menemukan jika sel kanker “membangunkan” gua dan membuat tumor lebih agresif. Hal itu ditemukan dalam sebuah penelitian selama sembilan tahun yang dipuji sebagai terobosan penting dalam penelitian kanker.

Proyek penelitian yang dilakukan oleh Vlaams Institutuut voor Biotechnologie (VIB), Katholieke Universiteit Leuven (KU Leuven), dan Crije Universiteit Brussel (VUB) di Belgia menjelaskan bagaimana efek warbug, sebuah fenomena di mana sel kanker dengan cepat memecah gula dan merangsang pertumbuhan tumor.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications Journal ini memberikan bukti adanya korelasi antara gula dan kanker, yang mungkin memiliki dampak luas bagi pasien kanker.

Penelitian fokus pada efek warbug, atau pengamatan bahwa tumor mengubah kadar gula dalam jumlah jauh lebih signifikan menjadi laktat dibandingkan dengan jaringan sehat. Sebagai salah satu fitur yang paling menonjol dari sel kanker, fenomena ini telah banyak dipelajari dan bahkan digunakan untuk mendeteksi tumor otak.

Sementara penelitian sebelumnya tentang metabolisme sel kanker sifokuskan pada pemetaan keanehan metabolisme, penelitian ini menjelaskan hubungan antara penyimpangan metabolic dan potensi onkogenik pada sel kanker.

"Penelitian kami mengungkapkan bagaimana konsumsi gula hiperaktif dari sel kanker mengarah ke lingkaran setan dari stimulasi lanjutan dari perkembangan dan pertumbuhan kanker," kata Johan Thevelein dari VIB-KU Leuven.

“Ini bisa menjelaskan korelasi antara kekuatan efek warbug dan agresivitas tumor. Hubungan antara gula dan kanker ini memiliki konsekuensi yang menyapu,” ujar Thevelein.

Penelitian sel ragi sangat penting untuk ditemukan, karena sel-sel ini mengandung protein yang sama, yang biasa ditemukan pada sel tumor, yang dapat menyebabkan kanker dalam bentuk bermutasi. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar