Yamaha Mio S

Catat, Ini 4 Fakta Soal Donor Darah

  Jumat, 06 Oktober 2017   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Seorang petugas medis membantu seorang warga mendonorkan darahnya dalam kegiatan aksi donor darah di Arion Swiss-Bel Hotel, Bandung, Jumat (6/10). (AyoBandung/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Donor darah adalah sebuah kegiatan mulia dengan memberikan sejumlah darah kita untuk orang-orang yang membutuhkan. Banyak yang beranggapan jika donor darah membuat seseorang merasa sakit dan lelah setelah melakukannya. 

Jangan panik dulu, hal tersebut cuma sesaat kok. Malahan, kamu bakal mendapatkan beberapa manfaat berikut fakta yang baik buat tubuh kamu lho. Mau tahu manfaat apa saja yang bisa kita dapatkan ketika kita donor darah? Yuk baca sampai akhir. 

 

#Fakta 1: Mengurangi risiko penyakit jantung

Menurut dr. Prima Nomesa dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, donor darah dapat membuat jantung semakin sehat. Dengan donor darah secara teratur, setidaknya tiga bulan sekali, tubuh akan meningkatkan kandungan zat besi dalam darah sehingga risiko untuk mengalami penyakit jantung semakin berkurang.

"Melakukan donor darah itu bisa memperlancar aliran darah di tubuh sehingga bisa mencegah timbulkan berbagai penyakit seperti pernyakit jantung koroner dan stroke. Badan juga lebih segar karena aliran darah lancar," tutur Prima saat berbincang dengan AyoBandung, Jumat (5/10/2017).

#Fakta 2: Menurunkan risiko kangker dan regenerasi sel darah merah lebih baik

Donor darah mengharuskan tubuh untuk memproduksi darah baru untuk mengganti darah yang didonorkan. Hal tersebut akan membuat darah kamu selalu bersih dari zat-zat karsinogenik yang dapat menyebabkan tumbuhnya sel-sel kangker sehingga risiko kanker dapat turun. 

Selain itu, menurut dr. Prima, dalam prosesnya, pendonor darah akan diambil 350 cc atau 450 cc darah tergantung keinginan dan rutinitas donor darah yang kerap dilakukan. Donor darah pun untuk sebagian orang awam dibaratkan darah yang lama diganti dengan yang baru. 

Tapi sebenarnya, walaupun seseorang tidak mendonor, proses regenerasi sel darah merah itu tetap ada. Hanya saja proses regenerasi sel darah tersebut tidak maksimal seperti setelah melakukan donor. 

dr. Prima mencontohkan, kalau untuk orang yang tidak pernah donor darah, maka darahnya hanya akan mengalir di dalam tubuh dengan proses regenerasinya. 

"Ibaratnya cuma punya rumah cat tadinya warna putih kemudian kalau dia tidak donor maka regenerasinya dari cat putih berubah jadi hijau. Tapi untuk yang bisa donor darah dia sudah punya rumah tapi jadi ganti ke rumah baru. Lebih bagus donor sebenarnya karena jadi lebih segar dan enakan ke badannya," ujar dr. Prima. 

#Fakta 3: Tes kesehatan dan mendeteksi penyakit lebih dini

Status kesehatan seorang donor akan selalu terpantau setidaknya setiap tiga bulan sekali. Itulah pentingnya mencantumkan alamat yang jelas di formulir pendaftaran donor darah. Sebab jika ada penyakit dalam darah, pendonor akan diberikan informasi tentang hal tersebut. "Minimal para pendonor ini bisa melakukan medical checkup saat donor darah itu," kata dr. Prima. 

Dirinya mencontohkan,  jika seseorang ingin menjadi pendonor, maka pendonor ini akan dicek terlebih dahulu bagaimana tekanan darahnya, ditanya beberapa riwayat penyakit sebelumnya. Lalu setelah diambil darah sebanyak 350 cc atau 450 cc maka pendonor ini pun akan mendapatkan pemeriksaan laboratorium beberapa penyakit menular, seperti HIV, hepatitis, sipilis, dan sebagainya.

"Biasanya kan kalau mau donor darah per tiga bulan rutinnya, jadi misalnya seorang pendonor mendonorkan darahnya maka nanti bisa melihat riwayat kesehatannya. Sehingga nanti kalau ada reaktif tertentu dalam darahnya bisa diinfokan dan nanti pendonor ini pun bisa melakukan pengobatan lebih lanjut," ujar dr. Prima. 

Sehingga menurut dr. Prima, amat penting informasi data dan indentitas seorang pendonor. Sebab jika tidak ada informasi dari UTD/UDD (Unit Transfusi Darah/Unit Donor Darah), baik karena darah donor lolos screening. Pun sebaliknya, jika muncul reaktif dan alamat tidak jelas, maka informasi riwayat kesehatan tersebut tidak dapat diberitahukan kepada pendonor. 

#Fakta 4 : Mitos donor darah yang bikin langsing itu salah

Siapa sangka anggapan bahwa donor darah itu bikin langsing atau kurus ternyata salah besar. Sebab menurut dr. Prima, bukan karena dengan rutin donor darah badan seseorang bisa menjadi langsing. Persepsi yang kurang tepat jika donor darah dijadikan pola diet atau program pengurusan badan. Sebab donor darah hanya bisa dilakukan minimal tiga bulan sekali. 

Menurut dr. Prima, jika seseorang sudah rutin melakukan donor darah dan mempunyai gaya hidup dan pola makan yang benar, maka berat badan sudah tentu akan stabil atau akan lebih terkontrol. Jadi bukan hanya karena rutin donor darah lalu tubuh akan langsing, tapi lebih karena menerapkan pola makan dan gaya hidup yang benar.

"Soal donor darah bisa bikin kurus atau melangsingkan enggak sih itu, mitos aja. Cuman kalau kita melakukan donor darah itu bisa memperlancar aliran darah. Urusan badan jadi langsing itu dipengaruhi bagaimana si pendonor ini bisa menjaga pola makan dan gaya hidupnya agar lebih terkontrol," ujar dr. Prima. 

Nah, itu tadi beberapa manfaat dan fakta yang bisa didapatkan apabila melakukan donor darah secara rutin setidaknya tiga bulan sekali. Kalau menolong nyawa orang bisa sesederhana ini, kenapa harus menolak donor? Ingat, setetes darah kamu mampu menyelamatkan jiwa seseorang. Tentu jadi bangga juga kan bisa menolong orang?

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar