Yamaha Lexi

Nonton Pertandingan Olahraga Bisa Bikin Stres?

  Kamis, 05 Oktober 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

AYOBANDUNG.COM – Menonton pertandingan olahraga, apalagi sepak bola, memang seru. Tapi tahukah kamu jika ternyata menonton pertandingan olahraga dapat membuat perasaanmu menjadi sama seolah-olah kamu pun ikut bertanding. Sebuah studi terbaru di Canadian Journal of Cardiology menemukan jika menonton sepak bola dapat meningkatkan stres seseorang yang diiringi dengan meningkatkan denyut jantung.

Sebelumnya, ada penelitian yang menghubungkan kegiatan menonton pertandingan olahraga dengan peningkatan risiko serangan jantung dan kematian mendadak. Penelitian anyar ini melibatkan 20 orang dewasa yang tinggal di Montreal, Kanada yang tidak memiliki riwayat jantung. Mereka diminta untuk memberikan informasi umum tentang kesehatan mereka,

Kemudian, para periset dari Montreal University mengukur denyut nadi mereka saat menonton pertandingan hoki. Setengah dari mereka menonton di televisi dan setengahnya lagi menghadiri langsung arena pertandingan. Mereka menemukan jika detak jantung mereka yang menonton lewat televisi mengalami kenaikan sebesar 75%, sementara mereka yang di arena pertandingan mengalami peningkatan detak jantung sebesar 110%.

“Itu sama dengan denyut jantung saat kita berolahraga,” ujar penulis studi. Tingkat detak jantung peserta tetap di atas ambang batas untuk aktivitas fisik moderat selama sekira 39 menit saat menonton pertandingan di televisi. Bagi mereka yang berada di arena, denyut jantung tetap di atas ambang batas aktivitas moderat selama 72 menit dan di atas ambang aktivitas yang kuat selama hampir 13 tahun.

Secara keseluruhan, tingkat detak jantung penonton meningkat rata-rata 92% selama pertandingan.

“Bukan hasil permainan yang utama menentuan intensitas respon stres emosional, tapi kegembiraan yang dialami saat melihat taruhan tinggi atau bagian permainan dengan intensitas tinggi.”

Agak mengherankan, sebab fluktuasi denyut jantung mereka tak terpengaruh oleh di mana mereka jatuh pada skala gairah seorang penggemar. Para peneliti mencatat, bagaimana pun, skala itu disesuaikan dari penelitian yang melibatkan penggemar sepak bola.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar