Yamaha Mio S

Empat Tren Fesyen 2017-2018 dari Paris Fashion Week

  Selasa, 03 Oktober 2017   Asri Wuni Wulandari
Koleksi desainer Jepang, Junya Watanabe yang dipamerkan dalam Paris Fashion Week. (Instagram @junyawatanabeofficial)

AYOBANDUNG.COM – Sudah sejak dahulu kala Paris dianggap sebagai kiblat fesyen dunia. Tak ayal, ajang peragaan busana Paris Fashion Week pun selalu menjadi yang ditunggu untuk memberikan referensi tren-tren teranyar di dunia fesyen.

Hari ini, Selasa (3/10/2017) gelaran Paris Fashion Week 2017 bakal berakhir. Sederet nama desainer beserta produknya mewarnai tubuh para model yang berlenggak-lenggok di atas runway. Sebut saja Saint Laurent, Channel, Alexander McQueen dan sederet nama sekaliber lainnya.

Namun dari sederet nama itu, setidaknya ada empat tren fesyen yang dikedepankan para desainer. Dan barangkali saja, empat tren itu bakal dipuja untuk beberapa waktu ke depan. Dilansir dari The Guardian, berikut beberapa tren fesyen yang diprediksi bakal mewarnai tahun 2017-2018.

 

Memperlihatkan Lekuk Tubuh

Dipotong sesuai ukuran tubuh. Selama dua tahun terakhir, dunia fesyen diwarnai oleh para belia yang bersembunyi di balik hoodies dengan celana panjang berukuran besar, juga mantel besar yang di dalamnya bisa jadi tempat untuk menyimpan berbagai barang.

Tapi sekarang rupanya tren itu bergeser.

Paris Fashion Week telah begitu luar biasa membawa koleksi musim panas untuk kembali ke tren fesyen yang memperlihatkan lekuk tubuh.

Bahkan, perancang busana Amerika, Virgil Abloh, yang sangat dicintai oleh musisi-musisi rap untuk kaus dan streetwear-nya telah menampilkan blazer dengan potongan di mana lekuk pinggang begitu kentara yang dipadu dengan legging pendek.

Terlihat jauh lebih klasik. Bahkan, desainer Rick Owens, yang dikenal dengan ukuran besarnya yang ekstrim, kini memotong kainnya dalam ukuran yang besar.

Black and White

Nuansa hitam dan putih tampaknya menjadi tren yang tak pernah mati. Kendati musim kemarin tren fesyen diramaikan oleh warna-warna pastel atau warna-warna neon yang catchy, namun tahun ini banyak merek yang telah kembali kepada warna hitam dan putih.

Sebut saja Saint Laurent, Off-White, Balmain, Mugler, Isabel Marant dan masih banyak lagi.

Warna abu silver juga menyertai karya desainer Guillaume Henry untuk label Nina Ricci. Nuansa itu digunakan untuk sebuah mantel safari dan jaket militer ala Prancis.

Sporty

Sportswear is everywhere!

Koche, sebuah label Prancis yang didirikan oleh Christele Kocher, membawa baju jersey ke arena runway. Fesyen memang telah merangkul dunia olahraga dalam waktu yang lama saat ini. Meski memang ada ketegangan tentang seberapa jauh ia bisa pergi.

Kocher berhasil bertahan hanya dengan meniru perlengkapan pria yang sangat jantan.

Bintang PSG, Neymar dan Dani Alves bahkan tampil di barisan depan Balmain. Lalu, Lacoste memberikan kepercayaan dirinya untuk tampil sporty dengan bintang tenis Novac Djokovic.

Kejayaan Desainer Jepang

Orang Jepang memang paling canggih untuk urusan ide. Apakah itu desainer dengan bakat yang gila, editor mode, blogger, hingga fotografer, semuanya mengikuti sirkus mode di seluruh dunia.

Dalam Paris Fashion Week ini, Junya Watanabe hadir dengan hasil cemerlangnya. Ia memberi cetakan hitam dan putih dari rumah tekstil Finlandia Marimekko. Dengan gaun yang tidak biasa diwarnai oleh gelombang juga lipatan, ia hadirkan sebuah kehidupan punk – menambahkan asesoris spike belt dan rambut mohawk -- yang sama sekali tak terduga.

Ada juga sisi seksual vampire teranyar untuk koleksi Yohji Yamamoto yang sepenuhnya berwarna hitam.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar