Yamaha Aerox

Indonesia Duduki Peringkat ke-5 Kematian Karena Asma di Asia

  Selasa, 26 September 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi asma. (Pixabay/Public Domain Archive)
\n

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia alias WHO, Indonesia duduk sebagai peringkat ke-5 untuk kematian yang disebabkan oleh asma di antara negara-negara Asia. Sementara dalam tingkat global, Indonesia menempati urutan ke-13.

“Kebanyakan orang tak sadar menyandang asma. Hal ini menyebabkan tingginya angka rujukan dan pengobatan di fasilitas kesehatan masyarakat,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Lily S Sulistyowati dalam peluncuran program Helathy Lung di Jakarta, Selasa (26/9/2017) sebagaimana dilansir dari ANTARA.

AYO BACA : Jangan Samakan Batuk Biasa dengan Batuk Asma

Padahal, sejumlah gejala menunjukkan pertanda-pertanda asma. Di antaranya batuk dan mengi berkepanjangan (lebih dari dua minggu) dan biasanya kondisi ini lebih parah terjadi pada malam atau dini hari. Selain itu, napas terengah-engah, lesu dan tidur terganggu menjadi tanda lainnya seseorang menderita asma.

Data Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan, sekitar satu dari 22 orang menderita asma. Namun, hanya 54% yang didiagnosis. Dari jumlah itu hanya 30% kasus yang terkontrol baik. 

Program Healthy Lung sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penanganan serta memperbaiki manajemen penyakit pernapasan di puskesmas dan rumah sakit. Memberikan edukasi pada sekitar 5.000 tenaga kesehatan yang diprediksi akan menyasar kurang lebih 10 juta pasien.

\n

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar