Yamaha Aerox

Coba Cek, Kamu Menguap Atau Tidak Melihat Konten Ini?

  Jumat, 01 September 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

AYOBANDUNG.COM – Jangan berharap kamu tidak akan menguap jika melihat orang lain yang menguap pula. Jangankan manusia, bahkan hewan pun bisa berpartisipasi dalam tindakan aneh ini : menguap menular. Monyet, simpanse, dan bahkan anjing juga sering menguap jika mereka melihat ada binatang atau orang lain yang juga melakukannya.

Dilansir dari PopSci, para peneliti berusaha untuk lebih memahami mengapa begitu banyak dari kita yang ikutan menguap merespon orang lain yang melakukan hal yang sama.

Peneliti melakukan penelitian terhadap 36 orang dewasa melalui sebuah video yang menghadirkan gambaran orang yang tengah menguap. Dalam eksperimen itu, peserta direkam untuk menonton video orang menguap, untuk melihat seberapa sering mereka menguap. Selain itu para peserta juga diperlihatkan video alternatif, di mana mereka diminta menguap atau tidak menguap lewat sebuah perintah.

Penulis utama studi, Stephen Jackson dari Nottingham University mengatakan, tim menduga jika seseorang dapat menahan diri mereka sendiri untuk tidak menguap sampai batas tertentu. Bahkan, perintah untuk tidak menguap pun tidak benar-benar membuat seseorang menguap dalam jumlah sedikit, meski mereka cenderung menahan untuk menguap. Ini menunjukkan jika penularan menguap tidak sepenuhnya berada dalam kendali kita.

Untuk meneliti lebih jauh, tim menempelkan sebuah alat yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengukur apa yang dikenal sebagai rangsangan motorik – perilaku gerak yang dikeluarkan oleh tubuh manusia – yang berada di dalam bagian besar otak atau korteks.

Beberapa orang memiliki otak yang bersemangat. Tapi ada juga orang dengan otak yang kurang bersemangat. Sampai-sampai ia baru sadar ada kelelawar yang masuk ke dalam ruang tempatnya beristirahat ketika segerombolan orang meneriakinya dari luar.

Dari situ, hasilnya adalah orang dengan korteks motorik yang lebih bersemangat punya kecenderungan menguap lebih sering.

Hal ini jadi masuk akal mengingat seseorang dengan otak impulsif akan secara naluriah dan tidak sengaja atau bahkan seringkali mendadak untuk melakukan segala sesuatu dengan mudah. Bahkan jika apa yang dilakukannya sepenuhnya belum jelas untuk apa dan karena apa hal itu dilakukan.

Namun Jackson mencopa memperpanjang implikasinya soal menguap. Pasalnya, dalam penelitian itu menunjukkan juga jika bagian otak yang sama – yang bertanggung jawab atas menguap – tanpa disengaja juga terlibat dalam beberapa gangguan sistem saraf seperti Tourette. Gangguan ini berupa orang yang terbiasa membuat gerakan berulang tak disengaja.

“Ada banyak kesamaan antara apa yang terjadi pada sindrom Tourette dengan penularan menguap,” ujar Jackson. “Banyak individu dengan Tourette mengatakan jika mereka mendapati diri mereka berdetak tanpa kesadaran apapun. Dan itu serupa dengan apa yang kita lihat dari penularan menguap.”

Beberapa orang mendapati diri mereka menguap tanpa kesadaran. Mereka menemukan diri mereka meniru orang lain tanpa kesadaran mereka. Mungkin itu kalau yang dalam masyarakat Indonesia dikenal sebagai “ujuk-ujuk menguap”.

Sederhana saja. Coba perhatikan foto di atas. Jika kamu ujuk-ujuk menguap, berarti kamu adalah seorang impulsif yang bisa jadi punya kecenderungan untuk memiliki gangguan Tourette dalam diri.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar