Yamaha Mio S

Cimanuk dan Citarum Harus Jadi Pembelajaran untuk DAS Ciliwung

  Kamis, 31 Agustus 2017   Mildan Abdalloh
Ilustrasi -- Foto udara bantaran Sungai Ciliwung di Jakarta. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mencegah terjadinya pencemaran di sepanjang Daerah Aliran Sungai atau DAS Ciliwung menjadikan Cimanuk dan Citarum sebagai bahan pembelajaran.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan jika masyarakat di sekitar DAS Ciliwung harus mengambil pelajaran dari Cimanuk dan Citarum.

“Jangan sampai banjir bandang Cimanuk, banjir tahunan dan pencemaran Citarum terjadi di DAS Ciliwung,” ujar pria yang akrab disapa Demiz ini pada Kamis (31/8/2017).

Bagian hulu Ciliwung di Kabupaten Bogor, kata Demiz, masih kaya akan pepohonan yang lebat. Kondisi itu berbeda dengan bagian hulu Cimanuk yang telah gundul. Begitu juga jika kita berbicara soal tingkat pencemaran, pencemaran industri di Kabupaten dan Kota Bogor masih terbilang rendah.

"Hulu Ciliwung belum ada limbah industri. Pencemaran oleh industri baru terjadi ketika masuk Depok. Kita cegah supaya tidak seperti Citarum," ujar Demiz.

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya pencemaran dan erosi di DAS Ciliwung Pemprov Jabar terus menggalakkan program Ecovillage di desa-desa atau kawasan pemukiman sepanjang DAS. Ecovillage sendiri merupakan konsep yang melibatkan komunitas masyarakat di perkotaan maupun pedesaan dalam pengembangan wilayah sekitar tanpa mengeksploitasi dan membuat kerusakan lingkungan.

"Teman-teman Ecovillage bisa melakukan tindakan preventif supaya Ciliwung tidak seperti Cimanuk dan Citarum," tandas Demiz. 

AyoBaca : Kesadaran Warga Jadi Ujung Tombak Keberhasilan Ecovillage

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar