Yamaha Aerox

Vox Populi : Bandung Juara, Semoga Merdeka

  Kamis, 17 Agustus 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pinterest)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Sebelumnya, AyoBandung ucapkan selamat ulang tahun untuk Indonesia yang ke-72.

Rupa-rupa harap telah terucap hari ini. Pesan tentang generasi muda yang harus meneruskan perjuangan para pahlawan, tentang semangat untuk kesatuan bangsa, tentang ingatan akan Bhineka Tunggal Ika, dan harapan-harapan lainnya. Harapan dengan pola repetitif, berulang setiap tahunnya.

Tapi barangkali Bandung punya cerita berbeda tentang makna kemerdekaan, yang tidak melulu soal harapan yang berulang.

Kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari penjajahan. Lebih dari itu, kemerdekaan ialah sebuah capaian. Katanya, di kota berpenduduk 2,4 juta ini, orang-orangnya hidup bahagia dan merdeka. Benarkah? Lantas apa makna kemerdekaan dalam konteks Bandung bagi orang-orang ini?

 

Dewa Rendi (Warga Kebon Jeruk, Bandung)

“Merdeka itu bukan sekedar balap makan kerupuk, bukan sekedar panjat pinang atau lomba-lomba lainnya. Ya merdeka itu ada tanah, ada kerjaa, dan tidak ada penindasan. Tapi di sini masih ada penindasan, masih ada yang belum kerja, masih ada yang belum punya tanah, gimana mau merdekanya? Saya sepakat bendera setengah tiang aja. Ya berduka aja. Sampai nanti ada tindakan jelas.”

Hamdiyah (Koordinator Warga Kebon Jeruk, Bandung)

“Kemarin baru saja memperingatu satu tahun tergusur kita. Kalau untuk momentum kemerdekaan belum ada terkonfirmasi. Mau gimana? Di sini maish banyak yang belum merdeka. Kita hidup di negeri sendiri tapi seperti terjajah. Jangankan memikirkan perayaan Agustusan, hampir semua warga sibuk dengan pembenahan ekonominya.”

Dani Gaspol (Kapster)

“Bandung belum merdeka karena belum seimbang. Bandung kebul sama macet. Kurang hijau karena yang warna hijau itu enak sekali. Haha. Ingin Bandung kaya dulu lagi yang dingin dan sopan.”

Suhendar (Tuna Netra, Humas PSBN Wyata Guna)

“Kemerdekaan itu hanya wacana tak berujung. Saya lihat hari ini. Contoh saja di lingkungan sekitar kita, Jalan Padjadjaran jangan jauh-jauh. Itu masih jauh dari harapan akan aksesbilitas (bagi kaum disabilitas), belum bisa dipenuhi oleh pihak pemerintah. Seperti hak mendapatkan fasilitas umum, hak mengenyam pendidikan, hak mendapakan pekerjaan, hak mendapatkan standar hidup yang baik, hak melakukan mobilitas..”

Gadis (Wirausaha)

“Bandung punya dua sisi. Sopan di siang hari, tapi liar di malam hari. Jadi kalau ditanya apakah Bandung sudah merdeka, jawabanku sudah terlampau merdeka. Aku hidup di kota ini. Sedih dan bahagia juga di kota ini. Jomblo dan kembali jomblo juga di kota ini. Dan menurutku, Bandung sudah ada di tempat yang baik walau belum semua orang Bandung berada di tempat yang baik.”

Ineu Purwadewi Sundari (Ketua DPRD Jawa Barat)

“Berbagai masalah di Bandung masih menjadi penghalang untuk menuju merdeka yang sejati. Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat masih mempunyai sejumlah masalah yang kompleks. Kemacetan saat long weekend sudah bukan rahasia lagi. Harus dipikirkan bersama untuk menyelesaikannya. Belum akhir-akhir ini di Bandung terjadi teror bom, termasuk penangkapan terduga terorisme.”

Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung)

“Kemerdekaan diraih oleh para pejuang kita terdahulu. Lalu tugas kita sebagai generasi baru adalah dengan menjadikan Indonesia jadi bangsa yang juara. Karena merdeka sudah leluhur sekarang diisi oleh prestasi oleh kita. Jadi memaknai kemerdekaan dengan kita berprestasi. Kalau kita tidak berprestasi berarti sama dengan tidak menghargai perjuangan kemerdekaan. Termasuk kakek saya yang ditangkap Belanda dua kali dalam merebut kemerdekaan.”

(Arfian Jamul/Ananda Firdaus/Mildan Abdalloh/Eneng Reni)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar