Yamaha

Ayo Berantas Gaptek dengan Obat Gaptek!

  Kamis, 03 Agustus 2017   Anggun Nindita Kenanga Putri
Nicko Chandra Alam, pencetus Obat Gaptek dalam diskusi Ngojek di Jabar Bookfair 2017 di Landmark, Bandung, Rabu (2/8). (AyoBandung/Anggun Nindita)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kamu gaptek alias gagap teknologi? Tenang saja! Seorang youtubers, Nicko Chandra Alam bakal membantu kita agar tidak lagi terjangkit virus gaptek.

Dimulai dari sekitar September 2014, Nicko membuat sebuah channel di situs berbagi video YouTube. Awalnya sih tak jauh dari iseng belaka. Keisengannya ini tak jauh dari kegemaran Nicko di bidang IT sejak masih duduk di bangku SMA. Tapi siapa sangka channel yang diberi nama Obat Gaptek ini sekarang sukses meraih banyak viewers.

“Dulu awalnya senang lihat channel orang luar yang review soal handphone. Dan saya lihat di Indonesia belum banyak platform berbasis video yang bahas soal review handphone,” kata Nicko saat ditemui di acara Ngojek (Ngobrol Jeung Komunitas) pada ajang Jabar Boofkair 2017, Rabu (7/8/2017).

Nicko sendiri sebenarnya tidak punya latar belakang pekerjaan di bidang IT. Walaupun sudah jatuh cinta pada IT sejak SMA, Nicko sendiri awalnya malah bekerja di bidang konstruksi.

Suatu hari, seorang rekanannya yang mengetahui kegemarannya, memintanya untuk membuat review handphone. Di situlah awal mula channel Obat Gaptek ramai berselancar di dunia maya. Semakin hari, semakin banyak produk yang diulasnya. Hingga akhirnya, Nicko tak goyah untuk memutuskan fokus menjadi seorang youtuber.

“Awalnya konflik juga, karena harus meninggalkan pekerjaan. Tapi karena IT adalah passion saya, jadi sekarang saya menjalaninya dengan enjoy,” ujarnya.

Obat Gaptek kini telah memiliki lebih dari 94 ribu subscriber. Rata-rata viewer-nya pun sudah mencapai puluhan hingga ratusan ribu per unggahan videonya.

Ternyata, kunci suksesnya adalah konsisten dalam pembuatan konten yang menarik dan mengedukasi siapapun yang mampir di channel nya. Review handphone, menurutnya, bukan hanya menunjukkan bagaimana penampilan handphone tersebut, tapi para netizen yang melihat juga tahu keunggulan beserta kekurangannya.

“Rata-rata lihat handphone itu mungkin hanya dari tampilan, merek, atau yang mereka rasa agar terlihat lebih ‘gaya’ nya. Jauh dari itu saya ingin mereka tahu lebih dalam tentang suatu spek dari produk tersebut,” jelasnya.

Sebuah ponsel, menurutnya adalah barang yang dipakai untuk jangka panjang. Jadi dirinya ingin agar para netizen tidak salah memilih suatu produk yang akan dibelinya. “Obat Gaptek gunananya untuk itu. Jadi tidak akan menyesal kalau sudah melihat reviewnya  terlebih dahulu,” tuturnya.

Suka Duka Menjadi Youtubers

Walau sudah mengikuti passion-nya untuk menjajal bidang IT, Nicko tetap mengalami kendala. Seiring dengan semakin bertambah banyak subscriber-nya di YouTube, maka kliennya pun semakin bertambah pula. Masalah yang berhubungan dengan ideologi dengan selera pasar kadang menjadi ganjalannya saat membuat sebuah review.

“Kadang ideologi suka bertabrakan dengan apa yang sedang dikehendaki pasar. Jatuhnya saya kadang jadi tidak subjektif,” ungkapnya.

Selain itu, Nicko pun tak jarang mendapatkan komen yang tidak menyenangkan dari para netizen. Dalam hal ini, dirinya pun menjadikan komentar dari netizen sebagai kritik yang membangun agar membuat channel-nya lebih baik lagi penyajiannya.

Tapi dengan menjadi seorang youtubers, Nicko mengaku bisa berinteraksi dengan orang banyak dan memiliki banyak jaringan. “Senangnya adalah kita bisa lebih banyak berinteraksi dan membangun sosialisasi,” katanya.

Dirinya pun berniat untuk terus memberikan konten-konten yang bermanfaat agar masyarakat Indonesia tidak lagi gaptek. Jangan hanya memanfaatkan kecanggihan teknologi hanya untuk eksis semata di media sosial.

“Padahal saya lihat Indonesia memiliki potensi yang baik untuk maju lagi di bidang IT-nya. Tapi tentu saja harus didukung oleh SDM, terutama dari para generasi mudanya,” tutupnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar