Yamaha Lexi

10 Fakta Masjid Al Aqsa, dari Tempat Sampah Sampai Lokasi Pembantaian

  Selasa, 25 Juli 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi -- Masjid Al Aqsa. (REUTERS/Amir Cohen)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Bayt al-Maqdis secara harfiah berarti rumah suci. Ini pada dasarnya mengarah pada komplek Masjid Al Aqsa. Seluruh bagian Al Aqsa dikelilingi oleh tembok. Bagian dari tembok barat masjid disita oleh Israel pada tahun 1967 dan disebut sebagai Tembok Ratapan.

Kini, Masjid Al-Aqsa menjadi sorotan dunia. Terlebih setelah pemasangan detektor logam yang dilakukan Israel di sana, yang pada akhirnya memicu ketegangan umat Muslim. Lebih dari 900 warga Palestina terluka dalam bentrokan melawan pasukan keamanan Israel untuk memprotes aturan baru di Al Aqsa.

Masjid itu adalah masjid yang memiliki nilai historis yang begitu tinggi, khususnya bagi umat Muslim. Berikut, dikutip dari berbagai sumber, beberapa fakta tentang Masjid Al Aqsa :

 

Tidak Hanya Satu Masjid

Ya, ada banyak masjid di situs yang kita kenal sebagai Masjid Al Aqsa. Kita semua menganggap bahwa Masjid Al Aqsa adalah bangunan yang berada di sudut selatan masjid. Tapi sebenarnya, itu adalah Masjid Qibly – disebut demikian karena masjid tersebut letaknya paling dekat dengan kiblat.

Diambil dari Muslim Matters, semua puncak atau menara dianggap sebagai Masjid Al Aqsa dan kadang-kadang disebut juga sebagai Haram Al-Shyarif untuk mencegah kebingungan. Tapi ada masjid lain yang terhubung dengan kejadian historis, bernama Masjid Buraq, Masjid Marwani, dan masih banyak lagi.

Tanah Pemakaman

Sebenarnya tidak ada catatan berapa banyak Nabi dan Sahabat Nabi dimakamkan di sana. Namun sebagaimana dicatat oleh Muslim Matters, Nabi Sulaiman diyakini dikuburkan di situs suci tersebut. Sebab konon, Nabi Sulaiman meninggal saat dirinya tengah mengawasi pembangunan di situs tersebut.

Pernah Menjadi Tempat Pembuangan Sampah

Pada periode ketika orang Yahudi tidak diizinkan untuk tinggal di Yerusalem, penduduk Romawi umumnya menggunakan area masjid sebagai tempat pembuangan sampah. Namun, ketika Umar bin Khatab berhasil membebaskan kota, ia membersihkan sampah itu dengan tangan kosongnya. Dikutip dari Muslim Matters, ia juga mengakhiri pengasingan orang Yahudi selama berabad-abad dan mengundang 70 keluarga di sebuah desa pengungsi terdekat untuk kembali ke Yerusalem.

Tempat Al Ghazali Menciptakan Magnum Opusnya

Salah satu buku paling terkenal dalam literatur Islam adalah Ihyaa’ Ulumuddin yang ditulis oleh ulama besar Muslim, Abu Hamid Al-Ghazali. Ia adalah sosok yang dihormati oleh semua aliran pemikiran sebab kemampuannya terjun ke kedalaman jiwa manusia sambil tetap berlabuh pada ajaran Al-Qur’an dan Nabi.

Dinukil dari Muslim Matters, apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa Al-Ghazali untuk sementara waktu pernah menetap di Masjid Al-Aqsa dan menulis buku sementara di sana. Ada sebuah bangunan di masjid yang menjadi penanda lokasi kamar lamanya.

Pernah Menjadi Lokasi Pembantaian

Ketika tentara Salib pertama datang ke Yerusalem, mereka menemukan mayoritas penduduk Muslim terkurung di Masjid Al Aqsa. Mereka membantai sekitar 70.000 dari mereka dan kemudian mengubah Masjid Qibly menjadi istana, kubah menjadi kapel, dan ruang bawah tanah menjadi kandang kuda.

Seperti dituliskan di Shugal, umat Muslim yang selamat dari pembantaian awal kemudian disalibkan di sebuah salib besar yang ditempatkan di dekat pusat masjid. Inilah satu-satunya salib yang dipecahkan oleh Salahudin. Dasar salib sendiri hingga kini masih bisa terlihat di sana.

Mimbar Legendaris

Nooruddin Zengi, salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Islam, memiliki mimbar khusus yang dibangun untuk dipasang di Masjid Al Aqsa saat akhirnya direbut kembali dari tentara Salib.

Sayangnya, Nooruddin tidak hidup untuk melihat kemenangan. Namun, anak didiknya, Salahuddin memenuhi harapan gurunya. Dan setelah membebaskan Terusalem untuk kedua kalinya dalam sejarah Islam, mimbar tersebut dipasang. Ini masih merupakan karya legendaris dari para pengrajin di masanya. Namun sayang, mimbar ini nampaknya tidak bertahan lama. Demikian dituliskan Shugal.

Kubah yang Terlihat Sangat Berbeda

Dinukil dari Muslim Matters, kubah yang ada di masjid ini dibangun oleh Khalifah Umayyah AbdulMalik ibn Marwan. Dibuat dengan kayu yang dilapisi oleh kuningan, timah, dan keramik. Namun hampir seribu tahun kemudian, pada masa pemerintahan Khalifah Ottoman Suleiman, lapisan emas khas ditambahkan ke kubah.

Pernah Terbakar

Pada tahun 1969, seorang Zionis Australia membakar mimbar Nuruddin dan Masjid Qibly. Kebakaran yang dihasilkan hampir menyelimuti seluruh masjid. Dunia Muslim terbangun dengan pemandangan dari mimpi terburuk dari yang buruk. Mereka putus asa dan mencoba memadamkan api semampu mereka. Seluruh umat manusia menggantungkan kepalanya karena malu.

Sejak saat itu, masjid itu dibangun kembali. Namun, seperti dinukil dari Shugal, serangan terhadap situs tersuci ketiga dalam Islam rupanya masih berlanjung hingga hari ini. Penggalian yang merusak fondasi seluruh masjid, kunjungan yang tidak sah, dan ancaman harian untuk membangun kembali kuil tua semuanya sedang berlangsung. Masjid Al Aqsa masih menunggu.

Masjid yang Disebutkan dalam Al-Qur’an Selain Ka’bah Suci

Dikutip dari Shugal, nama Masjid Al-Aqsa disebutkan juga dalam Al-Qur’an. Menjadi salah satu situs suci umat Muslim yang disebutkan selain Ka’bah Suci. Ia tercantum dalam surat Al-Isra.

Kiblat Pertama Salat Umat Muslim

Kiblat adalah arah dimana umat Islam berdoa, kini kiblat itu berada di Mekkah. Namun, dinukil dari MoonSighting, rupanya Masjid Al Aqsa menjadi kiblat pertama bagi umat Islam untuk berdoa. Namun, kiblat ini dipindah Nabi Muhammad mendapat petunjuk Allah SWT.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar