Yamaha Aerox

Menengok Profesi Tukar Uang Jalanan Jelang Lebaran

  Jumat, 23 Juni 2017   Ananda Muhammad Firdaus
Profesi jasa penukaran uang yang marak jelang lebaran. (Ananda Muhammad Firdaus/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Seorang wanita paruh baya nampak berjalan mondar-mandir di pinggir jalan di kawasan Cibeureum, Bandung. Dengan memakai topi dan masker pada mulut, terlihat tangannya memegang bergepok-gepok uang  rupiah cetakan baru.

Beberapa orang perempuan dan lelaki juga tampak sama dengan wanita tersebut, ternyata mereka adalah orang-orang yang menawarkan jasa penukaran uang. Dan dari pantauan ayobandung, beberapa lokasi Kota Bandung pun dijadikan  sebagai spot-spot untuk jasa penukaran uang.

Ada yang beroperasi sekitar terminal rajawali Bandung seperti yang ditemui diawal oleh ayobandung, dilanjut di depan kantor Pos Indonesia di jalan Asia-Afrika, sepanjang jalan perintis kemerdekaan sampai jalan Wastukencana di sepanjang Balai Kota Bandung, sepanjang jalan Merdeka, dan sekitar jalan Lembong. 

Memang setiap menjelang hari raya Idul Fitri, jasa tukar uang ramai bermunculan di Bandung. Umumnya, mereka bekerja berkelompok, namun ada juga yang berjualan secara perseorangan. Dengan uang yang dikantongi sampai berjuta-juta rupiah, ada saja orang-orang yang berminat menukar uang menjadi berbagai pecahan rupiah ketimbang menukarnya di Bank. 

Memang tukar uang menjadi pecahan yang kecil-kecil sedapatnya terjadi mengingat ada tradisi khas saat lebaran, dimana para orangtua, atau orang-orang yang telah bekerja biasanya membagi-bagikan uang pada sanak saudara, para kerabat, khususnya mereka yang tergolong muda khususnya anak-anak. Dalam penukaran uang baru tersebut, biasanya ditukar bermacam-macam nilai pecahan, mulai terkecil hingga yang cukup besar, dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp. 10.000, sampai pecahan Rp20.000. 

Namun, untuk menukar uang baru di pinggir-pinggir jalan tentu tidak bisa disamakan seperti di Bank. Anda harus membayar lebih mahal beberapa persen untuk membayar jasa mereka para penjaja uang.

Sutini (46), salah seorang penjaja tukar uang baru di daerah Rajawali mengungkapkan, uang berjuta-juta yang ia kantongi diperoleh dari bosnya yang jauh-jauh hari melakukan penukaran uang terlebih dahulu ke Bank. Sedangkan mengenai persentase jasa, ia dan pedagang lain patok sampai 15 persen.

"Pokoknya jasanya dari Rp100.000, jadi Rp115.000. Saya mah buruh kan, itu juga buat semua pecahan sama. Diambil jasanya 15 ribu," katanya, Jum'at (23/6/2017) Pagi.

Perempuan yang berasal dari Kota Cimahi tersebut mengaku telah melakoni profesi sebagai penjaja tukar uang selama 4 tahun. Hal itu ia lakukan sebagi usaha agar dirinya bisa menafkahi keluarganya dirumah, terlebih menambah kebutuhan untuk hari raya nanti. Tak beda jauh dengan hal itu, Putra (41) penjaja yang lain, ia pun melakoni ini untuk menambal kebutuhan hidup dirinya dan keluarga.

"Kebetulan saya baru resign dari perusahaan dan ini untuk menyambung kehidupan," kata Putra.

Berbeda dengan penjaja tukar uang baru yang lain, Putra yang mangkal di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan mengaku, dirinya bermodal sendiri dan tidak berkelompok seperti yang lainnya. Keuntungan atas jasa tukar uang Putra pun relatif kecil kisaran angka 6-10 persen, tergantung hasil negosiasi konsumen, terlebih Putra sendiri tak harus membayar setor atas jasanya pada 'Bos' seperti penjaja yang lain. 

Selain itu, menurut Putra dirinya bisa mendapat untung Rp. 100.000, - Rp. 200.000, dalam seharinya. Dia pun mengaku keuntungan tersebut biasanya dari uang-uang dengan pecahan kecil. 

"Kebanyakan uang Rp2.000 sama Rp5.000 biasanya kan buat anak-anak," timpalnya.

Meskipun menarik keuntungan didalamnya, tetap saja ada orang yang mau membeli. Seperti yang dilakuka  Wahyudi (24), salah seorang yang memanfaatkan jasa tukar uang. Ia mengaku telah dua kali melakukan transaksi semacam ini, tepatnya Ramadan tahun lalu dan juga sekarang.

“Nggak apa-apa dikit mahal mah, anggap aja shodaqoh," ungkapnya.

Walaupun begitu, Wahyudi tetap memeriksa keaslian dari uang yang ditukarnya di pinggir jalan. Menurutnya, ia tidak takut dengan yang palsu sebab sudah tahu bagaimana memeriksa keaslian dari uang yang baru. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar