Yamaha Lexi

Mengenal Keragaman di Masjid Lautze 2

  Minggu, 28 Mei 2017   Ananda Muhammad Firdaus
Tampak depan Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Bandung. (AyoBandung/Ananda Firdaus)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Masjid adalah tempat ibadat sekaligus sarana syiar ajaran Islam. Namun, masjid yang dikenal lewat arsitektur ketimurannya, tidak berlaku bagi Masjid Lautze 2 yang berada di Kota Bandung.

Masjid Lautze 2 merupakan masjid  tertua bagi kalangan muslim turunan Tionghoa di Kota Bandung. Terletak di Jalan Tamblong, masjid ini ramai dikunjungi, terlebih ketika menginjak bulan ramadhan. Masjid ini tampak ramai dengan segala aktivitasnya.

Diprakarsai oleh Yayasan Haji Karim Oei yang dibentuk oleh para tokoh organisasi Islam dan muslim keturunan Tionghoa kala itu, Masjid Lautze 2 yang berdiri sejak tahun 1997 mengikuti jejak saudaranya, masjid Lautze di Jalan Lautze, Pecinan, Jakarta.

Selain dijadikan sebagai sarana ibadat, Masjid Lautze merupakan sarana pengikat etnis muslim keturunan Tionghoa di Bandung. Kendati demikian, bukan berarti Masjid Lautze 2 ini mengeksklusifkan dirinya sebagai wadah muslim peranakan Tionghoa semata. Masjid ini pun kerap disambangi oleh muslim-muslim lain, apalagi kala menginjak hari Jumat, mengingat masjid ini merupakan satu-satunya di kawasan Tamblong.

Yang menarik, bangunan masjid hanya berukuran 7 x 6 meter. Memang benar. Sebelum dijadikan sebuah masjid, bangunan ini merupakan ruko tempat berjualan kelontong. Namun seiring berjalannya waktu, bangunan ini pun dialih fungsikan sebagai tempat peribadatan.

Selain itu, ornamen masjid melukiskan nuansa oriental menambah kesan menarik. Pulasan warna merah dan kuning di sekeliling bangunan, serta ukiran khas negeri Tirai Bambu menambah kentara bahwa tempat ini bukan bangunan masjid pada umumnya.

Bangunan masjid berarsitektur khas ini merepresentasikan akan kebesaran budaya Tionghoa. Dan, diharapkan juga, Masjid Lautze 2 bisa memberikan kontribusinya bagi masyarakat luas. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar