Yamaha Lexi

Yoghurt Mampu Tingkatkan Kesehatan Tulang pada Lansia

  Minggu, 14 Mei 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Rasanya mungkin sedikit asam dan kecut. Selain enak, yoghurt juga dikatakan mampu meningkatkan kesehatan tulang pada lansia. Itu diungkapkan oleh sebuah penelitian terbaru mengaitkan konsumsi yoghurt yang meningkat dnegan kepadatan tulang pinggul yang lebih tinggi dan penurunan osteoporosis secara signifikan para pria dan perempuan berusia lanjut.

Seperti diketahui, osteoporosis adalah kondisi kronis yang terkait dengan penurunan kekuatan tulang dan peningkatan risiko patah tulang. Biasanya, ini terjadi pada orang berusia lanjut.

Studi tersebut menunjukkan setiap peningkatan asupan yoghurt pada perempuan dikaitkan dengan 31 persen risiko osteopenia yang lebih rendah – sebuah kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak mampu membuat tulang baru – dan 39 persen risiko osteoporosis yang lebih rendah.

Sebaliknya, para pria, asupa yoghurt ini menyebabkan 52 persen risiko osteoporosis yang lebih rendah.

“Yoghurt kaya akan nutrisi yang mempromosikan tulang. Data menunjukkan bahwa meningkatkan asupa yoghurt bisa menjadi strategi untuk menjaga kesehatan tulang,” ujar Pemimpin Studi Eamon Laird dari Trinity College, Dublin, Irlandia, sebagaimana dilansir dari Boldsky.

Selanjutnya, ukuran kepadatan mineral tulang pinggul dan femoral tulang pada perempuan adalah 3,1 – 3,9 persen lebih tinggi di antara mereka dengan asupan yoghurt tertinggi.

Para pria, biomarker kerusakan tulang adalah 9,5 persen lebih rendah daripada mereka dengan asupan yoghurt yang tinggi. “Ini merupakan indikasi berkurangnya bone turnover” ujar peneliti studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Osteoporosis Internasional.

Hasilnya menunjukkan hubungan yang signifikan antara kesehatan tulang dan kelemahan dengan produk makanan yang relatif sederhana dan urah. “Namun kita masih belum mengerti mekanisme pasti yang bisa membuatnya seperti itu. Apakah disebabkan oleh biota mikro atau komposisi hara makro dan mikro dari yoghurt,” tambah Mirian Casey dari St. James Hospital, Dublin.

Dalam penelitian ini, tim melibatkan 1.057 perempuan dan 763 pria yang menjalani penilaian kepadatan mineral tulang (BMD) dan 2.624 perempuan juga 1.290 pria yang fungsi fisik yang diukur.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar