Yamaha Mio S

Warga Berpenghasilan di Atas Rp1,5 Juta Jangan Beli Elpiji 3 Kg

  Selasa, 21 Februari 2017   Adi Ginanjar Maulana
Elpiji 3 kg.(Antara)

BANDUNG, AYOBANDUNG—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung menyatakan gas 3 kg hanya untuk kalangan masyarakat berpenghasikan rendah.

Hak tersebut diatur berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan pemerintah pada 2015.

"Diterangkan yang berhak membeli adalah rumah tangga dengan penghasilam maksimal Rp1,5 juta per bulan. Sedangkan untuk pelaku usaha mikro memiliki kekayaan bersih Rp50 juta di luar tanah dan bangunan," terang Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Disperindag Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Selasa (21/2/2017).

Surat edaran tersebut, ujar dia, dibuat berdasarkan UU 20 Tahun 2008 Pasal 6 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji yang didasari kurang tepatnya pemasaran gas yang dapat dibeli siapa pun.

"Peruntukan gas 3 kg banyak tidak tepat sasaran maka dikeluarkan surat edaran wali kota," ujar Iwan.

Pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran sekda No. 542/SE- 132 Diskop UKM yang mengimbau PNS dan ASN tidak diperbolehkan membeli gas 3 kg.

Kota Bandung pada 2016 mendapatkan kuota gas 3 kg sebanyak 91.668 metrik ton atau 30.556.000 tabung dari Kementerian ESDM, dengan realisasi 29.325.666 tabung.

"Untuk kuota 2017 kami dapat sebanyak 91.476 metrik ton tapi belum ada realisasi karena baru ada kuotanya. Semoga dari 2016 tidak melebihi kuota sehingga tidak kekurangan elpiji," katanya.

Saat ini, Bandung menjadi satu-satunya kota yang telah melaksanakan imbauan pemakaian elpiji dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

"Saat rapat koordinasi Kementerian ESDM dengan Kemensos merencanakan distribusi tepat sasaran dan menggunakan voucher. Setiap keluarga dan pelaku usaha sasaran akan diberi kartu voucher untuk membeli, tiap keluarga sasaran diberi subsidi tiga tabung per bulan," jelasnya.

Berkaitan dengan e-commerce, Iwan memaparkan saat ini telah memiliki bagian khusus yang menangani hal tersebut.

"Sesuai anjuran wali kota jangan sampai ketinggalan sama negara lain. Karena sangat dirasakan perlu untuk ada pengembangan meski masih dirancang UU dengan Kemenkominfo dan Kemenperindag," paparnya.

Anjuran dari Wali Kota Bandung, lanjutnya, agar produk industri dipasarkan melalui online bukan konvensional.

"Wali kota juga sudah ke Amerika bertemu dengan petinggi Facebook dan akan dibuatkan Facebook for Bandung, salah satu isinya memasarkan produk-produk dari Bandung yang nanti di link ke Little Bandung," ujar Iwan. (Arfian Jamul)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar