Yamaha Lexi

Dominasi Maskulin ala Komunitas Brewok Brengozer

  Minggu, 29 Januari 2017   Andres Fatubun
Dominasi Maskulin ala Komunitas Brewok Brengozer Affian Jamul Jawaami/AyoBandung.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pada masa Yunani Kuno, Panglima Perang Leonidas dan suku Spartan memiliki sebuah hukum sosial yang mengatakan jika pria tanpa jenggot atau brewok dianggap sebagai seorang pengecut sejati. 

Sedangkan pada dekade 1960 para kaum hippies melalui flowers generation percaya jika menumbuhkan jenggot serta tampil berantakan adalah simbol dari kebebasan yang merupakan bagian dari aksi menentang Perang Vietnam. Pada masa ini, melalui tampilan brewok dan lirik bertema perdamaian The Beatles menyuarakan pemberontakan atas peperangan.

Berlanjut satu dasawarsa setelah milenia, tren brewok kembali populer di kalangan pria baik itu pemuka agama hingga para bikers penunggang kuda besi. Hal tersebut didukung dengan berjamurnya beragam produk penumbuh jenggot di berbagai negara.

Maka pada November 2014 Komunitas Brengozer lahir sebagai ruang berbagi pengalaman sekaligus media diskusi bagi pria yang tidak memiliki genetika namun sedang berjuang menumbuhkan brewok.

"Ingin menemukan saudara satu misi dan perjuangan untuk bisa brewok tapi tidak punya gen maka kita sharing dan silaturahmi," ujar Priajie Setio salah satu anggota Brengozer Regional Bandung pada AyoBandung, Sabtu malam (28/1/2017).

Brengozer atau Brengoz Brother yang telah memiliki ribuan member di Indonesia bermula hanya dari sebuah forum di kaskus.com buatan Fariz Ramadhan, pria asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

Meski berformat forum yang membuatnya tidak memiliki struktur organisasi, namun berkat banyaknya member dan permintaan maka tahun lalu digelar Gathering Nasional Brengozer Indonesia pertama di Pulau Bali.

"Rencananya pertengahan tahun ini akan ada gathering nasional kedua dan untuk voting sementara Bandung jadi tuan rumahnya," ujar Ajie.

Penelitian dari Nigel Barber menunjukkan jika pria dengan brewok di nilai sebagai sosok yang lebih dewasa, maskulin, kuat dan agresif dibanding pria tanpa brewok. Sehingga lebih berpeluang mendapatkan pasangan dengan mengintimidasi saingannya.

Pendapat serupa diungkapkan Ajie yang mengatakan jika brewok merupakan senjata utama pria yang harus dimiliki agar mampu menambah kepercayaan diri.

Ketika dikaitkan dengan penelitian Nigel di tahun 1842 hingga 1971 ternyata pada masa dimana ada lebih banyak jumlah pria lajang yang memperebutkan perempuan maka di masa itu pula style brewok sedang tren. Berarti secara tidak langsung brewok dapat membuat pria lebih merasa percaya diri.

Selain itu brewok juga memiliki fungsi bagi kesehatan seperti pelindung dari sinar matrahari, mencegah asma, membantu mengatasi batuk dan memperlambat penuaan.

"Salah satu anjuran untuk bisa menumbuhkan brewok itu dengan tidur cukup, jangan begadang dan rajin olahraga agar merangsang hormon testosteron naik. Hal itu juga baik untuk kesehatan tubuh," kata Ajie.

Anjuran untuk menumbuhkan dan memelihara brewok juga sesuai dengan sunah Nabi Muhammad menurut ajaran Islam. 

"Kita ini adalah Pajero alias Pasukan Jenggot Rosul," ujar Iqbal Ridwan salah satu anggota Brengozer Bandung.

Brewok tidak hanya disukai kaum pria, beberapa pasangan para anggota Brengozer mengklaim hal senada. 

"Lebih macho, gagah, laki banget dan ngga getek kok, malah makin gimana gitu," ujar Aulia Maharani, istri salah satu anggota Brengozer Bandung. (Arfian Jamul Jawaami) 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar