Yamaha

Diberhentikan Emil, 9 Kepsek Ini Ngaku Belum Terima SK

  Jumat, 21 Oktober 2016   Yatti Chahyati
SMPN 5 Bandung. (Ronny/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberhentikan 9 kepala sekolah dari SD Negeri dan SMP Negeri karena terlibat dalam praktik pungutan liar (pungli). Salah satunya yakni kepala sekolah SMP Negeri 5 Bandung yang sudah diberhentikan tertanggal 20 Oktober, kemarin.

Menanggapi hal itu, kepala sekolah SMP Negeri 5 Dikdik Setia Munandi mengaku hingga saat ini belum menerima surat keputusan (SK) pemberhentian tugas dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung. Bahkan Dikdik pun saat ini masih menjabat sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 5 Bandung.

"Sampai hari ini saya belum menerima surat pemberhentian. Jadi saya belum bersikap. Jadi sikap saya mencari informasi," ujar Dikdik saat ditemui di SMP Negeri 5, Jalan Sumatera No. 40, Kota Bandung, Jumat (21/10/2016).

Dikdik pun merasa kaget saat dirinya masuk dalam daftar 9 kepala sekolah yang diberhentikan oleh Ridwan Kamil. Padahal, Dikdik sendiri baru menjabat selama 7 bulan sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 5.

"Apalagi saya baru 7 bulan. Belum begitu hafal dengan hal-hal prinsip apalagi sampai ke masalah keuangan. Karena saya masih membaca situasi (sekolah)," imbuhnya.

Bahkan Dikdik mengaku keputusan Ridwan Kamil dinilai tidak adil karena tidak ada klarifikasi baik dari Dinas Pendidikan atau pun pihak lainnya yang terlibat. Akan tetapi, ia tetap akan mengikuti prosedur sesuai aturan yang berlaku dan berharap ada kebijakan lain atas keputusan tersebut.

"Itu kan dimensi beliau (Ridwan Kamil) dari aturan . Saya juga kan disini tidak fair lah karena proses hukum tetap beejalan. Saya mengikuti saja. Apapun Saya selaku bawahan mengikui saja alur yang dinerikan," tuturnya

Selain SMP Negeri 5, kepala sekolah SMP Negeri 2 pun masuk dalam daftar yang diberhentikan oleh Ridwan Kamil. Namun, ketika dikonfirmasi kepala sekolah SMP Negeri 2 tengah mencari informasi ke BKD terkait SK pemberhentian.

"Pak kepala sekolah sedang ke BKD. Kesepakatakan kami sekarang menunggu arahan dari Kadisdik. Situasi apapun kami berjalan biasa tanpa ada sesuatu apapun (kegiatan di sekolah)," pungkas Dwi Yanti selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMP Negeri 2 Bandung.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberhentikan 9 kepala sekolah yakni dari SDN Sabang, SDN Banjarsari, SDN Cijagra 1 dan 2, SMPN 2, SMPN 5, SMPN 13, SMPN 6, SMPN 7 dan SMPN 44.

9 kepala sekolah tersebut dinilai terbukti melakukan praktik pungutan liar setelah dilakikan penyelidikan oleh Inspektorat Kota Bandung selama tiga bulan silam.(Roni)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar