Yamaha

Ini Yang Jadi Kontroversi Pembangunan RSUD Soreang

  Jumat, 21 Oktober 2016   Yatti Chahyati
RSUD Soreang

 

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang di Jalan Gading Tutuka menuai kontroversi. Pasalnya proses pematangan lahan tidak disetujui DPRD.

Anggota Badan anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bandung, Praniko Imam Sagita mengatakan, sesuai dengan hasil rapat pembahasan pada Oktober 2015 lalu, proses pembangunan RSUD Soreang dimulai dengan Pemasangan tiang pancang, namun kenyataannya saat ini justru yang dikerjakan adalah pematangan lahan.

"Pada 2015 RSUD Soreang memang mengajukan anggaran sebesat Rp12 miliar untuk pembangunan RSUD Soreang tahap pertama. Saat itu memang yang diajukan adalah pengurugan, tapi karena dinilai penghamburan anggaran, maka penganggarannya dihentikan dulu," tutur Praniko, belum lama ini.

Hal tersebut lanjut Niko, sesuai hasil kajian konsultan perencanaan pembangunan, yang mengharuskan memasang tiang pancang. Namun, pihak RSUD soreang justru menganggarkan pengurugan sebelum dilakukan pemasangan tiang pancang.

"Setahu saya, dari hasil rapat terakhir Banggar rencana tersebut dibatalkan. Jadi saya heran kalau sekarang ada pengurugan lahan," ujarnya.

Selain penghamburan, penghentian anggaran untuk pembangunan RSUD Soreang juga berdasarkan hasil konsultasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kabupaten Bandung, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) dan DPRD kepada Kantor Kementrian Kesehatan.

Pihak kemenkes, mengharuskan jika pengembangan RSUD harus dilakukan di lokasi yang sama, bukan di tempat yang berlainan, seperti yang dilakukan oleh RSUD Soreang.

"Selain itu, dari Kemenkes juga mengatakan, jika pembangunan rumah sakit ini leading sektornya ada di Dinas Kesehatan, bukan di RSUD Soreang. Lalu pembangunannya, yah termasuk pengurukan dan lainnya dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Tata Ruang dan Kebersihan (Dispertasih). Tapi ini kenapa tiba-tiba RSUD Soreang melaksanakan pengurukan dengan anggaran miliaran rupiah," katanya.

Namun, hal berbeda diungkapkan oleh pihal RSUD Soreang. Kasubag Program dan Humas RSUD Soreang, Mahendrawan mengatakan, anggaran pengurukan lahan untuk pembangunan RSUD Soreang sudah sesuai dengan persetujuan DPRD.

"Seluruhnya sudah diketahui oleh pihak legislatif. Jadi tidak benar kalau proses pengurukan yang sekarang sudah dikerjakan tanpa sepengetahuan pihak DPRD," kata Mahendrawan. (Daneza)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar