Yamaha

Ini Lima Kesek SMAN Bandung yang Direkomendasikan Diberhentikan

  Kamis, 20 Oktober 2016   Yatti Chahyati
ilustrasi

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil merekomendasikan kepada Gubernur Jawa Barat untuk memberhentikan lima kepala sekolah SMA Negeri di Bandung. Pasalnya kelima kepala sekolah tersebut terbukti melakukan pungutan liar (pungli) setelah dilakukan penyelidikan selama tiga bulan sejak Agustus silam.

Menurut pria yang akrab disapa Emil, Pemkot Bandung saat ini tidak punya kewenangan terhadap operasional baik SMK maupun SMK. Termasuk untuk memberhentikan kepala sekolah yang terbukti melakukan pungli dan menyalahgunakan kewenangan.

"Kalau yang SMA ini kita rekomendasikan  kepada Gubernur (Jabar) karena sekarang kewenangan ada disana. Dan nanti keputusannya ada di Gubernur, apakah diberhentikan langsung atau diserahkan kepada Pemkot pemberhentiannya," kata Emil saat jumpa pers di Pendopo Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (20/10/2016).

Kelima kepala sekolah yang direkomendasikan untuk diberhentikan yakni kepala sekolah SMAN 2, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 8 dan SMAN 9.

Kelima kepala sekolah tersebut, lanjut Emil, terbukti melakukan pelanggaran dengan adanya aliran dana secara ilegal. Selain berdasarkan laporan dari masyarakat, temuan tersebut pun dilakukan dengan cara  penyamaran dari tim penyidik sebagai orangtua siswa.

"Buktinya ada berupa video, dokumen serta dari Ombudsman yang menyamar jadi orangtua siswa," tuturnya.

Selain itu, Emil pun memberikan sanksi terhadap 5 kepala sekolah SD Negeri berupa skor selama tiga bulan untuk tidak menduduki jabatannya. Bahkan lima kepala sekolah pun dipastikan akan diberikan sanksi berupa penundaan naik jabatan.

"Ada SDN Soka, DSN Bina harapan 1 dan 2, SDN Centeh, SDN Halimun dan SDN Nilem. Mereka diskor selama tiga bulan dan mendapatkan penundaaan naik pangkat," pungkasnya.(Roni)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar