Yamaha

Terbukti Pungli, Emil Berhentikan 9 Kepsek SDN dan SMPN

  Kamis, 20 Oktober 2016   Yatti Chahyati
ilustrasi

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Pemerintah Kota Bandung memberhentikan 9 kepala sekolah SDN dan SMPN. Para kepala sekolah tersebut terbukti melakukan pelanggaran grativasi dengan adanya aliran dana secara ilegal.

Hal itu diutarakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil setelah Pemkot melakukan penyelidikan bersama inspektorat selama tiga bulan terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, inspektorat mendapatkan aduan dari masyarakat terkait adanya pungutan liar (pungli).

"Selama tiga bulan inspektorat mendapatkan aduan terkait adanya mal administrasi dan juga aliran pungli,"ujar pria yang akrab disapa Emil saat jumpa pers di Pendopo Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (20/10/2016).

Emil mengatakan, 9 Kepsek tersebut diberhentikan secara tidak terhormat karena harus mengulang untuk mengikuti sekolah guna menjadi Kepsek kembali. Aksi pungli tersebut diakui Emil sudah terendus sejak proses PPDB 2016.

"Dugaan gratifikasi dari penerimaan mutasi siswa baru yang intinya diduitkan. Dan jika mereka mau jadi kepala sekolah lagi tentu harus mengikuti sekolah untuk jadi kepala sekolah," tuturnya.

Selain itu Emil pun memastikan proses tersebut merupakan tahap awal untuk memberantas pungli di Kota Bandung khususnya di bidang Pendidikan. Bahkan saat ini Pemkot bersama inspektorat tengah menyelidiki adanya aliran dana ilegal di ligkungan Disdik.

"Tindakan ini akan terus dilanjutkan, karena ini tahap pertama yang bisa ditimbulkan secara hukum. Semangat Pemkot membersihkan diri dari pelayanan-pelayanan terjadinya pungli selalu jadi keresahan di lingkungan Disdik," pungkasnya.

Berikut daftar kepala sekolah yang diberhentikan:

SDN Sabang

SDN Banjarsari

SDN Cijagra 1 dan 2

SMPN 2

SMPN 5

SMPN 13

SMPN 6

SMPN 7

SMPN 44. (Roni)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar