Yamaha

FAGI Sebut SMA Gratis Seharusnya Bisa Bulan Depan

  Selasa, 14 Juni 2016   Yatti Chahyati
ilustrasi (www.suara-islam.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Berdasarkan kajian Forum Aksi Guru  Indonesia (FAGI) kota Bandung , pada semester ganjil  tahun pelajaran 2016/2017 SMA Negeri di Kota Bandung dapat bebas iuran bulanan seperti beberapa kota/kabupaten yang telah melaksanakan terlebih dahulu.

"FAGI sudah melakukan beberapa perhitungan sehingga pada semester ganjil TA 2016/2017 bulan Juli-Desember 2016 SMA bisa bisa gratis," ujar Ketua FAGI kota Bandung Iwan Hermawan.

Hal ini atas perhitungan FAGI pada semester ganjil  tahun pelajaran 206/2017 Juli-Desember 2016  SMA akan menerima  bantuan dari Pemerintah pusat (BOS) sebesar Rp 700 ribu per siswa . Bantuan dari Pemerintah Provinsi jabar  (BPMU) Rp 100 ribu  persiswa dan Bantuan Pemerintah Kota Bandung (BAWAKU ) Rp 1 juta persiswa miskin .

"Sehingga jika jumlah siswa dalam satu SMA 1000 orang maka SMA tersebut  pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 akan menerima  Rp1 milyar," terangnya.

Dengan biaya tersebut dinilai cukup untuk biaya standar  oprasi non personalia  SMA selama 1  semester .

Berdasarkan kajian lapangan FAGI  jika jumlah siswa 1000 orang maka biaya oprasi non plersonalia  seperti biaya pemeliharaan ruang dan barang, pengadaan ATK dan barang habis pakai, ,peningkatan SDM guru dan TU dan lain-lain memerlukan  biaya kurang lebih Rp1 milyar diluar biaya oprasi personalia untuk  guru dan TU honorer  yang diperkirakan memerlukan biaya Rp 250 juta persemester.

"Sementara untuk guru dan TU PNS tidak lagi  diberi insentif bulanan  kecuali yang berbasis kinerja," kata Iwan

Namun untuk keperluan pengadaan  keperluan investasi sekolah tidak dijamin semua sekolah akan diberi bantuan oleh pemerintah,pemerintah provinsi dan pemerintah kota khususnya sekolah-sekolah yang belum memenuhi setandar  Nasional sarana dan prasarana.

"Oleh karena itu sekolah masih memerlukan bantuan masyarakat yang mampu untuk memberikan sumbangan untuk mencapai satandar nasional sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan investasi sekolah yang diperlukan dalam bentuk Iuran Peserta Disik Baru (IPDB)," paparnya. (anjani)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar