Yamaha NMax

Siswa SMKN 2 Cimahi Ciptakan Alat Penyaring Bakteri

  Rabu, 18 Mei 2016   
Alat elektromagnetik pembunuh kandungan bakteri, virus dan jamur dalam udara dari lampu pijar yang diberi nama Lamp Ion berhasil diciptakan siswa SMKN 2 Kota Cimahi (Guntur / Ayobandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Alat elektromagnetik pembunuh kandungan bakteri, virus dan jamur dalam udara dari lampu pijar yang diberi nama Lamp Ion berhasil diciptakan siswa SMKN 2 Kota Cimahi.

Cara kerja alat elektromagnetik ini sangat sederhana, listrik tegangan tinggi atau ion generator dalam jarak tertentu akan terjadi loncatan listrik, bakteri yang terkena loncatan listrik ini otomatis akan mati.

Nandi Lesmana (16) salah seorang pembuatnya mengungkapkan alat ini diciptakan karena perkembangan zaman yang sangat pesat telah menimbulkan bahaya polusi yang diakibatkan oleh asap kendaraan bermotor, asap rokok, pabrik dan udara kotor lainnya yang dapat membayakan bagi manusia yang menghirupnya.

"Alat ini sebagai filter udara pembunuh bakteri dan virus sekaligus menjadikan lampu yang unik dan otomatis," kata Nandi saat ditemui di lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) di Gedung Historic Kota Cimahi, Rabu (18/5/2016).

Nandi mengatakan, Lamp Ion hanya dapat bekerja di ruang yang kedap cahaya seperti pada malam hari karena menggunakan sensor. Pembuatan alat ini pun cukup mudah dan hanya menghabiskan biaya kurang dari Rp 200 ribu karena bahan-bahannya berasal dari barang yang sudah tidak terpakai.

"Udara yang bertabrakan dengan locatan listrik terpecah jadi ion, udara kotor akan tersaring bila lewat alat ini," ungkap siswa kelas 11 SMK Jurusan Mekatronika ini.

Bahan-bahan pembuatan Lamp Ion sangat mudah didapat, sangkar penyimpan lampu bisa terbuat dari bambu atau rotan, ditambah panel surya, lampu 5 watt, jaring kawat dan rangkaian listrik untuk mengisi baterai atau daya listrik. "Cara kerjanya mudah, membersihkan ruangan sekitar 4x4 meter hanya memerlukan waktu 15 menit, udara sudah bersih," ucapnya.

Alat pembunuh bakteri ini dibuat pada bulan Januari 2015 dan pernah diikutsertakan dalam perlombaan di Telkom University pada Februari lalu dan mendapat predikat juara pertama tingkat SMK se-Jabar.

Nandi menambahkan timnya sudah melakukan pengujian alat ini dialam terbuka. Selain bisa dijadikan hiasan di dalam rumah, alat ini juga sangat cocok sebagai penerangan di taman.

"Sekarang hanya tinggal penyempurnaan, karena ini baru contoh saja. Kalau dijual, bisa laku dengan harga dibawah Rp 1 juta," jelasnya. (guntur)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar