Yamaha Aerox

Kena Penyakit Aneh, Maman Antarkan Anaknya Ikut Ujian

  Rabu, 18 Mei 2016   Yatti Chahyati
ilustrasi

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Iqbal Gustiawan, salah satu peserta Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket A di PKBM Bina Insani di Desa Dadaasih Kec. Cisarua Kab. Bandung Barat terpaksa harus diantar orang tuanya karena mengalami penyakit aneh yang sudah lama dideritanya.

Anak berusia 13 tahun yang tinggal di Kampung Gandok, RT 2/2 Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung ini memiliki kelainan penyakit seperti lupus hampir 80 persen di wajahnya.

Iqbal merasa minder apabila bergaul dengan teman-teman yang lain, karena kerap kali mendapat ejekan dan sindiran dari teman sebayanya.

Apalagi ia telah beranjak remaja, praktis penyakit yang menimpanya itu membuat malu bergaul dan terpaksa harus putus sekolah hingga kelas VI di SD Sunten Jaya 2 Lembang.

Ditemui di tempat Iqbal mengikuti ujian, ayah Iqbal, Maman menuturkan, penyakit aneh yang mendera anaknya sudah ada sejak lahir, "Iqbal malu tiap bertemu dengan teman sekolahnya, makanya ia memutuskan untuk berhenti dari sekolah karena terus diolok-olok karena mengalami penyakit aneh, " kata Maman, kemarin.

Maman mengatakan, sebelum putus sekolah, Iqbal terus dibujuk agar mau meneruskan sekolah supaya punya ijazah SD, bahkan guru sekolahnya pernah membujuk langsung ke rumahnya agar ia tidak malu lagi datang ke sekolah karena waktu ujian tinggal beberapa bulan lagi, "waktu SD sudah sering bolos, katanya malu ke sekolah. Setelah dibujuk, Iqbal kembali mau masuk sekolah tapi setelah itu bolos lagi, "ujarnya.

Iqbal juga tidak mau ikut ujian jika tidak diantar langsung orang tuanya, padahal perjalanan dari Desa Sunten Jaya ke lokasi ujian memakan waktu cukup lama. Namun Maman mengatakan hal itu tidaklah jadi masalah asalkan anaknya mau ikut ujian dan mendapat ijazah kesetaraan SD.

"Seharusnya ia sekarang sudah kelas 1 SMP, keluarga harus terus semangati Iqbal agar ia mau terus sekolah, " jelasnya.

Maman menginginkan, Iqbal mau meneruskan sekolah sampai ke tingkat SMP. Walaupun tidak, tahun mendatang Iqbal diharapkan mau kembali ikut belajar di PKBM Geger Sunten. " Saya maunya Iqbal punya pendidikan, jangan hanya lulus sampai SD saja, "paparnya.

Maman juga meminta dukungan pemerintah agar mau membantu pengobatan anaknya yang pastinya akan menghabiskan biaya yang sangat mahal, karena kesehariannya ia hanya bekerja sebagai petani sehingga tidak mampu membiaya puteranya untuk dioperasi.

"Saya ga tahu penyakit apa yang diderita Iqbal, dulu sudah pernah diperiksa tiga kali ke rumah sakit tapi ga ada perubahan. Kami hanya dapat pasrah dan sabar dengan cobaan yang dialaminya, " tuturnya. (guntur)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar