Yamaha Aerox

Aneh, DPRD Kab Bandung Keluarkan Larangan Tidak Boleh Bicara ke Media

  Senin, 01 Februari 2016   Yatti Chahyati
ilustrasi (http://mckpr.com)

BANDUNG,AYOBANDUNG.com -  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung mengeluarkan larangan berbicara kepada media massa.

Hal tersebut kabarnya dikarenakan pemberitaan media akhir-akhir ini yang banyak menyudutkan para wakil rakyat itu.

Larangan berbicara kepada media massa bagi anggota DPRD Kabupaten Bandung, diketahui melalui SMS yang diterima oleh beberapa awak media massa yang biasa meliput di wilayah Kabupaten Bandung.

"Awalnya dapat SMS dari Ketua komisi A, seperrtinya itu SMS forward dari unsur pimpinan,"tutur Zhiyan, wartawan Galamedia, Minggu (31/1/2016).

Dalam SMS tertanggal 28 Januari tersebut, berisi larangan kepada angota DPRD Kabupaten Bandung untuk tidak memberikan statement kepda media massa terkait permasalahan di DPRD Kabupaten Bnadung. Berikut bunyi Sms tersebut:

“Kpd Yth Seluruh Anggota DPRD Kab Bandung Sesuai dengan hasil Rapat dan kesepakatan seluruh Ketua Fraksi, bahwa Terhitung hari ini setiap anggota DPRD dilarang untuk memberikan pernyataan bentuk apapun terhadap suatu persoalan yg sedang di hadapi DPRD, baik degan media cetak maupun media elektronik cukup diwakili oleh Pimpinan DPRD; Tks”

Zhiyan mengira , larangan tersebut karena beberapa pemberitaan mengenai rencana anggota DPRD Kabupaten Bandung seperti pembelian laptop dan kenaikan dana sewa rumah dinas.

"Sepertinya karena pemberitaan. Padahal kan kita hanya menyampaikan apa yang dikeluhkan Masyarakat, lagi pula mereka juga punya hak untuk memberikan jawaban,"ujarnya.

Adanya larangan berbicara kepada media massa, dirasa tidak fair oleh awak media. Pasalnya, selain pemberitaan akan tidak seimbang, akses informasi yang dibutuhkan juga akan sulit didapat.

"Selama ini, anggota DPRD Kabupaten Bandung sulit untuk dikonfirmasi, apalagi ditambah dengan larangan seperti ini, akan lebih sulit lagi. Mending kalau Pimpinan dewan gampang dimintai keterangan, jangankan dihubungi, ketemu saja sering tidak mau diwawancara,"tambah Dani wartawan Inilah Koran.(Daneza)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar