Yamaha Mio S

Hukum Lemah, Di Kab Bandung Banyak Berdiri Minimarket Tidak Berizin

  Jumat, 29 Januari 2016   Yatti Chahyati
ilustrasi (http://4.bp.blogspot.com/)

BANDUNG, AYOBANDUNG.com - Walaupun ada moratorium penghentian izin baru bagi minimarket, namun pada kenyataannya masih banyak berdiri mani market-mini market baru.

Kondisi tersebut, diperparah dengan tidak adanya ketegasan dari pemerintah untuk menindak mini market ilegal tersebut.

Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan, sudah sejak 2012 lalu telah ada moratorium perizinan mini market. Sehingga, sampai sekarang hampir dipastikan tidak ada perizinan baru bagi pendirian mini market di wilayah Kabupaten Bandung.

"Harusnya tidak ada, karena kan ada moratorium,"tutur Marlan, Jumat (29/1/2016).

Kalaupun diketahui ada pendirian minimarket baru, maka hampir dipastikan tidak mempunyai izin, terlebih jika mini market berdiri di jalan berstatus jalan Desa.

"Jika ada pembangunan baru, cek aja izinnya. Kalau tidak punya izin, laporkan saja ke satpol PP dan Diskoperindag (Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan),"ujarnya.

Namun, diakui Marlan, jika selama ini, belum ada satupun minimarket yang terkena sanksi penutupan karena berdiri tanpa mengantongi izin.

Salah seorang warga Kampung Ciapus, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Isman Rohmani Yusron, mengatakan pengakan aturan kepada minimarket ilegal oleh pemerintah daerah Kabupaten Bandung dirasa sangat lemah.

Sejauh ini, kata Isman belum ada satupun mini market tidak berizin ditindak apalagi hingga ditutup. Hal tersebut menjadikan pengusaha mini market menjadi lebih berani membuka toko baru walaupun tanpa mengantongi izin.

"Moratorium itu hanuya sebatas omong kosong saja. Buktinya di lapangan banyak minimarket tidak berizin, tapi sudah beroperasi," tutur Isman.

Bahkan, banyak minimarket yang berdiri di lokasi-lokasi yang jelas-jelas dilarang, namun dibiarkan oleh pemerintah.

"Buktinya di Kampung Ciapus, sekarang mau dibuka minimarket baru, padahal lokasinya di jalan Desa," ungkapnya.

Parahnya lagi, minimarket yang dibangun sejak dua bulan lalu itu, kasar dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat. Disebutkannya, pihak pengusaha minimarket tidak meminta izin kepada seluruh warga, namun hanyaa kepada sebagian kecil warga saja yang dimintai izin.

"Coba bayangkan, hanya meminta kepada enam orang warga saja, sudah dianggap sebagai pembenaran warga mengizinkan, padahal sebagian besar warga tidak mau ada minimarket, apalagi pemilik warung kecil," ujarnya.

Sementara itu, pihak pemerintah pun tidak berbuat apa-apa, bahkan pihak desa setempat malah memberikan izin dengan alasan ada enam orang warga yang telah menyetujui. sehingga saat ini minimarket di Kampung Ciapus akan beroperasi dalam waktu dekat.(*)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar