Yamaha NMax

FAGI Gelar Aksi Kumpulkan Koin untuk Guru SMAN 10 yang Dimutasikan

  Senin, 25 Januari 2016   Yatti Chahyati
ilustrasi (http://images.solopos.com)

 

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) menggalang aksi solidaritas pengumpulan uang koin, untuk mendukung lima guru SMAN 10 Bandung yang dimutasikan oleh Wali Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung, belum lama ini.

" Ini merupakan bagian dari dukungan moral untuk para guru itu yakni pengumpulan uang koin. Untuk membantu membayar biaya pengadilan, karena mereka saat ini sedang mengajukan ke PTUN untuk meninjau putusan Wali Kota Bandung prihal pemutasian mereka yang tidak jelas alasannya, " ujar Ketua FAGI, Iwan Hermawan, Senin (25/1/2016).

Dikatakannya, selain itu uang koin itu juga untuk membantu para guru yang tunjangannya sudah tidak dibayar lagi, karena sudah tidak memiliki jam mengajar akibat  dimutasikan.

" Kami sangat prihatin dengan kondisi itu, apalagi mereka sampai dua kali dimutasikan tanpa alasan yang jelas. Belum lagi sekolah tempat baru sebagian besar  tidak ada formasi jam mengajar, " tuturnya yang mengatakan akan keliling seluruh sekolah untuk menggelar aksinya itu.

Lima orang guru SMAN 10 yang dimutasikan tersebut yakni Asep Suparman , Dedi Hermawan, Selamet Sukamto, Bambang Sugianto Dan Rudy Sastra Mulyana.

Mereka dijelaskan Iwan pada bulan oktober 2015 dimutasi karena mengkritisi kepala sekolahnya tanpa ada pengganti .

" Dan di tempat yang baru umumnya tidak ada formasi jam mengajar. Tiba-tiba kemudian pada tanggal 10 Januari 2016 mereka kembali diundang mengikuti upacara , Senin pagi oleh Disdik Kota Bandung untuk menerima SK mutasi  baru dari Wali Kota di sekolah yg berbeda, " tuturnya.

" Seperti pak Dedi guru Mematika yang tadinya dimutaskan  ke SMAN 26 menjadi ke SMAN 24,  namun justru di SMAN 24 kelebihan guru Matematika, Padahal di SMAN 3 dan 5 kalau saya lihat formasinya kekurangan guru Matematika, " katanya.

Hal nya dengan Selamet Sukamto guru Ekonomi yang tadinya dimutasi ke SMAN 12, menjadi ke SMAN 20, dan lagi-lagi di sekolah barunya itu tidak ada formasi jam mengajar. " Padahal SMAN 6 juga kekurangan guru ekonomi,  ini membuktikan kesewenang-wenangan atasan kepada bawahanya padahal diatur dalam PP 53 tahun 2010, tentang disiplin PNS atasan tidak boleh melakukan tindakan sewenang-wenang kepada bawahan, " tegas guru SMAN 9 Bandung ini.

Iwan menyebutkan dengan keluarnya dua kali SK itu menunjukan kinerja buruk Disdik kota Bandung karena tanpa ada koordinasi yang baik dengan kepala  sekolah.

Rencananya setelah terkumpul, koin ini akan diserahkan ketika digelar sidang untuk kelima guru itu di PTUN nanti. (yatti)

(Baca juga : Guru SMAN 10 yang Dimutasikan Ngadu ke Alumni ITB )

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar