Yamaha Mio S

Anak Punk pun Bisa Berubah dengan Cara Ini

  Selasa, 19 Januari 2016   Yatti Chahyati
ilustrasi (http://3.bp.blogspot.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Berpenampilan urakan seperti rambut mohawk, jarang mandi, badan penuh tato, telinga bolong dan hidup di jalanan, menjadikan anak punk banyak dijauhi, bahkan keluarganya sendiri banyak yang tidak menerima kembali.

Namun, sebenarnya kehidupan anak punk di jalanan masih bisa diselamatkan, supaya bisa hidup tertib dan punya masa depan yang lebih baik.

Legiman Muaz (56) pria yang pernah mendidik anak punk di kediamannya Kampung Sukarasa, Desa Arjasari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, mengatakan, kebanyakan anak punk merupakan anak yang menderita karena broken home atau pernah dikecewakan oleh orang tuanya, sehingga mereka memilih jalanan sebagai hidupnya.

Dari pengalamannya, Legiman berhasil mendidik 20 anak punk sampai bisa diterima kembali oleh orang tuanya. Kasih sayang menjadi kunci keberhasilannya tersebut.

" Kebanyakan orang malah menjauhi mereka, karena sudah dianggap sampah. Bahkan, orang tua atau keluarganya malah mengusirnya," tutur Legiman, Selasa (19/1/2016).

Padahal, jalanan menjadi pilihan anak punk karena tidak menemukan kasih sayang atau bahkan kecewa dengan keluarganya sendiri, seperti ibu-bapaknya becerai, atau ditinggal pergi oleh salah satu dari mereka.

Karena masalah di keluarga, mereka tidak punyai tempat untuk berbagi, disisi lain banyak anak punk di jalanan yang mempunyai nasib serupa, sehingga mereka lebih nyaman di jalanan walaupun hidup terlunta-lunta.

Kasih sayang diberikan oleh Legiman kepada anak-anak Punk yang pernah dibinanya. Bahkan, dia memposisikan diri sebagai ayah dan Istrinya yakni Fatimah (34) sebagai ibu.

" Sampah saja yang tidak berharga ketika didaur ulang bisa menjadi barang bernilai. Apalagi ini manusia yang mempunyai hati," imbuhnya.

Pada awalnya, kata Legiman merubah perilaku anak yang sudah terbiasa hidup di jalanan cukup sulit. Pasalnya, mereka terbiasa hidup tanpa aturan, disisi lain, masyarakat mempunyai norma-norma yang harus dipatuhi.

Namun, untuk merubah sikap dan perilaku mereka tidak bisa semudah membalikan telapak tangan, tapi mempunyai proses cukup panjang.

" Yang saya rasakan, empat bulan pertama cukup berat, tapi setelah berjalan waktu mereka bisa berubah. Awalnya mereka buang air kecil saja di sembarang tempat, tapi lama-kelamaan bisa tertib, " ujarnya.

Mengarahkan kegiatan ke hal positif juga harus dilakukan, supaya anak yang sudah terbiasa di jalanan bisa melupakannya dengan kegiatan bermafaat.

"Mereka kan di jalanan biasa hidup dari minta-minta atau ngamen. Yang saya lakukan, mereka diberi kegiatan usaha mengurus lele dan kegiatan usaha lainnya,s ehingga kehidupan jalananperlahan terlupakan," katanya.

Dengan pola-pola seperti itu, Legiman berhasil merubah 20 anak punk menjadi orang yang berguna. Menurutnya, semua anak yang pernah didiknya sekarang sudah kembali diterima oleh orang tuanya, Bekerja dan hidup menjadi orang pada umumnya. Bahkan, beberapa diantaranya bekerja di salah satu kafe besar di Kota Bandung.

"Setiap tahun, mereka suka datang bersilaturahim ke sini, " ucapnya. (Daneza)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar