Yamaha

Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Kematian Dini

  Senin, 17 Agustus 2015   Mega Anggraeni
Ilustrasi (aktualpost.com)

Inggris- Kurang tidur ternyata bisa menjadi penyebab kematian dini. Hal tersebut terjadi lantaran kurang tidur bisa menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan, termasuk di antaranya diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

Lisa Artis dari British Sleep Council mengatakan, saat ini kurang tidur menjadi masalah yang kian berkembang.

“Pertama, orang-orang tidak menempatkan pentingnya tidur cukup dan manfaat kesehatan yang bisa didapat dari istirahat cukup,” katanya.

Yang kedua, tambah Lisa, tidur merupakan pola hidup yang sulit, tidak seperti gaya hidup lainnya. Misalkan, mengubah pola makan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran sebanyak lima porsi sehari. “Tidur tidak masuk dalam agenda kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya, beberapa faktor dapat mempengaruhi dan mengganggu pola tidur. Misalkan kehadiran anak kecil, lingkungan, dan kesehatan dapat mengubah dan mengganggu pola tidur.

Kurang tidur bisa mempercepat denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, serta memicu sejumlah masalah kesehatan. Bukan itu saja, hormon yang meningkatkan stres bisa muncul, jika orang dalam kondisi kurang tidur.

Penelitian menunjukkan, tidur yang kurang dari enam jam secara rutin bisa berpengaruh pada hilangnya perhatian, konsentrasi, dan memori yang juga dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Saat ini, Badan Kesehatan Masyarakat Inggris tengah mendorong orang-orang untuk tidur lebih banyak melalui kampanye pemerintah. Tujuannya, membantu orang-orang menjalankan gaya hidup sehat.

Kampanye difokuskan pada orang-orang paruh baya. Dalam kampanye tersebut, terdapat tujuh perubahan gaya hidup. Di antaranya, berhenti merokok, mengurangi minuman beralkohol, lebih banyak berolahraga, dan memperbaiki pola tidur.

Sebuah dokumen kampanye Badan Kesehatan Masyarakat Inggris yang dirilis bulan lalu, menyebutkan: “Hanya sekitar 20-30 persen dari apa yang kita anggap sebagai penuaan adalah (masalah) biologis, sisanya adalah 'pembusukan' atau 'kerusakan' yang secara aktif bisa dikelola atau dicegah.”

Menurut Lisa, orang-orang paruh baya membutuhkan jumlah tidur yang sama dengan orang-orang usia produktif. Meskipun, mereka tidak mendapatkan jumlah tidur yang sama seperti ketika mereka berusia 20 tahun hingga 30 tahun. “Itu artinya mereka harus mengejar dengan tidur siang,” pungkasnya. (*/Mega)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar