Yamaha Lexi

Pusat Studi Sunda Ajip Rosidi Masih Kekurangan Koleksi

  Sabtu, 15 Agustus 2015   Mega Anggraeni
KOSONG: Perpustakaan dan Pusat Studi Sunda masih kekurangan koleksi buku. Terlihat dari rak buku yang masih kosong. (MEGA/ AYO BANDUNG)

Bandung-Pusat Studi Sunda sudah dibuka. Warga yang ingin mempelajari Kesundaan kini sudah mulai bisa mendatangi Perpustakaan dan Pusat Studi Sunda Ajip Rosidi yang berlokasi di Jalan Garut No. 2. Namun, pusat studi ini masih kekurangan koleksi bacaannya.

Ketua Yayasan Perpustakaan dan Pusat Studi Sunda Ajip Rosidi, E Saefullah mengatakan, secara fisik perpusatakaan sudah selesai seratus persen. Yang menjadi masalah adalah masih banyak rak buku yang kosong.

“Kami sengaja membiarkannya kosong untuk memberikan kesempatan kepada bapak dan ibu untuk mengisinya,” katanya saat pembukaan Perpustakaan dan Pusat Studi Sunda Ajip Rosidi.

Sampai saat ini, Perpustakaan dan Pusat Studi Sunda Ajip Rosidi memiliki 40 ribu koleksi, terdiri dari buku, naskah, mikro film, dan buku digital. Hampir seluruh koleksi tersebut merupakan hibah dari beberapa orang, salah satunya Aji Rosidi.

Tim IT Perpustakaan dan Pusat Studi Sunda, Ujang Taryana menyebutkan, buku fisik yang menjadi koleksi jumlahnya sekitar 20 ribu. Untuk memenuhi seluruh rak yang ada di lantai dua tersebut, dibutuhkan sekitar 20 ribu buku lagi.

“Beberapa penerbit sudah menghubungi kami, mereka akan menyimpan beberapa bukunya di sini,” ujarnya.

Menurut Ujang, setengah dari koleksi buku yang ada di Perpustakaan dan Pusat Studi Sunda merupakan koleksi Ajip Rosidi, yang dia boyong dari perpustakaannya yang ada di rumahnya di Jawa. Sementara sisanya dari beberapa tokoh dan budayawan Sunda.

 Perpustakaan dan Pusat Studi Sunda Ajip Rosidi sendiri terbuka untuk umum. Siapa pun yang memiliki ketertarikan untuk mempelajari Sunda bisa datang dan mendaftar sebagai anggota. Para anggota perpustakaan bisa memfotokopi dokumen dan naskah. (Mega)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar