Yamaha Mio S

Nanoteknologi Itu Sudah Ada Dimana-mana

  Senin, 08 Juni 2015   Yatti Chahyati
ilustrasi

 

Bandung- Apa sih nanoteknologi?  Nanoteknologi sebetulnya sudah berkembang beberatahun ini, sayang meski namnya sudah sangat keren, namun ilmunya banyak yang tidak diketahui, padahal nanoteknologi ini sudah dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang sains, teknik, medis, produksi dan konservasi energi, hingga alat elektronik, bahkan sudah ada di barang-barang yang kita gunakan.

Adalah salah satu peneliti nanoteknologi ITB adalah Muhammad Miftahul Munir, Dr. Eng. Miftah merupakan dosen Program Studi Fisika ITB yang pernah menempuh pendidikan Sarjana dan Magister di Instrumentasi Fisika ITB serta pendidikan Doktor di Universitas Hiroshima dalam bidang nanoteknologi. Bersama dengan Prof. Dr. Eng. Khairurrijal, Prof. Dr. Eng. Mikrajuddin Abdullah, dan Dr. Eng. Ferry Iskandar, banyak penelitian dan riset yang telah dilakukan Miftah di bidang nanoteknologi.

Dalam situs itb.ac.id menyebutkan jika Nanoteknologi adalah ilmu yang mempelajari objek dengan ukuran sangat kecil (sepersemiliar meter) dan melakukan rekayasa untuk menghasilkan produk baru dengan sifat khusus yang diinginkan. “Salah satu contoh aplikasi nanoteknologi misalnya Carbon Nano-Tube (CNT) yang sangat ringan dan memiliki kekuatan 100 kali lebih kuat dari baja,” ujarnya.

 Ia jelaskannya jika saat ini ITB juga sudah menghasilkan beberapa aplikasi nanoteknologi seperti nanoteknologi dalam bidang Pangan, Kesehatan dan Obat-obatan (PKO) serta nanoteknologi untuk filter air dan udara. Terdapat kurang lebih 30 mahasiswa di bawah bimbingan Miftah yang melakukan riset di bidang Nanoteknologi dan Instrumentasi.

Nanoteknologi sendiri di dunia saat ini berkembang dengan cepat dan menjadi terobosan penting bagi kebutuhan manusia. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi manusia di masa kini dan masa depan. Nanoteknologi dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang sains, teknik, medis, produksi dan konservasi energi, hingga alat elektronik.

Satu yang diminati adalah di pembersih udara  aplikasi nanofiber sebagai filter udara terdapat dua parameter fisis penting yang menentukan kualitas filter udara yang baik, yaitu efisiensi dan penurunan tekanan (pressure drop). Berkat nanoteknologi, kedua kriteria tersebut dapat terpenuhi karena aplikasi teknologi ini dapat menghasilkan filter udara berkualitas yang memiliki kerapatan kecil. Dengan demikian, partikel dengan ukuran berorde nanometer (nm) dapat tersaring namun filter tetap dapat mengalirkan udara dengan energi yang rendah.Membran filter udara dibuat dari material nanofiber yang dihasilkan menggunakan teknik pemintalan elektrik (electrospinning). Teknik ini telah dikembangkan Miftah dan rekan-rekannya sejak menempuh pendidikan di Jepang.

Sampai saat ini Miftah dan rekan-rekannya telah membuat berbagai tipe sistem fabrikasi membran nanofiber dari mulai electrospinning konvensional, multinozzle electrospinning dan kolektor drum, multisyringe electrospinning dan kolektor conveyor belt, electrospinning tanpa nozzle sampai sistem rotary-force spinning.

Nah masih tak percaya ada nanoteknologi di barang yang kita gunakan?(*/yatti)

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar