Yamaha Mio S

Decoupage, Teknik “Menyulap” Di Barang Rumah Tangga

  Senin, 01 Juni 2015   Yatti Chahyati
(foto:Mega) Teknik yang disebut Decoupage itu sering digunakan oleh para crafter untuk mendekorasi benda-benda seperti lemari, meja, talenan, aneka barang pecah belah, barang-barang terbuat dari plastik, hingga kaleng bekas.

Bandung- Hasil kerajinan tangan yang satu ini memang menyerupai lukisan. Gambar yang muncul pada media yang digunakan biasanya terlihat natural dengan warna-warna cerah. Padahal sebenarnya, para crafter hanya menempelkan gambar pada media yang mereka inginkan.

Teknik yang disebut Decoupage itu sering digunakan oleh para crafter untuk mendekorasi benda-benda seperti lemari, meja, talenan, aneka barang pecah belah, barang-barang terbuat dari plastik, hingga kaleng bekas.

Caranya, mereka hanya perlu menyiapkan kertas bergambar. Umumnya, para crafter menggunakan kertas tissu bergambar. Teksturnya yang halus, bisa lebih mudah menyatu dengan media utamanya. Sebenarnya, kertas jenis apapun bisa digunakan untuk mendekorasi asalkan tidak lebih tebal dari kertas koran.

Selain kertas bergambar, lem juga dibutuhkan untuk merekatkan gambar pada media yang diinginkan. Salah satu Crafter Decoupage asal Bandung, Suryanti mengatakan, tidak semua lem bisa digunakan untuk Decoupage.

“Jika menggunakan lem kertas biasa, hasilnya tidak akan bagus. Kertas bisa rusak. Biasanya saya memakai lem dari gel yang teksturnya lebih halus,” kata perempuan yang akrab dipanggil Isur itu kepada Ayo Bandung beberapa waktu lalu.

Untuk menghias media kayu dengan menggunakan Decoupage, biasanya Isur melakukan beberapa teknik. Mulai dari mengamplas, mengecat, hingga memvernis. Tidak jarang Isur menambahkan teknik lainnya, seperti melacing atau mencetak renda pada media yang dia inginkan. Sementara teknik menempelkan gambar, menjadi ritual terakhirnya.

Tidak heran jika mendekorasi dengan menggunakan teknik ini bisa memakan waktu hingga seharian. Tetapi menurut Isur, semuanya tergantung media yang akan didekorasi serta selera dari setiap crafter.

“Saya suka yang klasik, maka saya perlu melakukan beberapa teknik supaya benda yang akan saya dekorasi terlihat tua. Meski sebenarnya barang baru,” imbuhnya.

Tetapi teknik-teknik yang kerap dilakukan Isur bisa ditinggalkan untuk mendekorasi barang-barang yang terbuat dari kaca, porselen, plastik, dan kaleng. Para crafter bisa langsung memilih gambar, memotongnya, lalu menempelkannya di tempat-tempat yang mereka inginkan.

Di Indonesia, teknik ini belum banyak dipakai. Isur hanya satu dari segelintir crafter yang setia menggunakan decoupage untuk mendekorasi. Menurutnya, teknik ini belum umum digunakan dan hanya akrab di telinga para crafter saja.

Bukan hanya itu, muasal teknik ini pun belum banyak diketahui banyak orang. Beberapa crafter meyakini, Decoupage berasal dari negara Perancis. Sebagian mempercayai teknik ini berasal dari Siberia. Ada juga yang menduga decoupage muncul dari Cina.

Pada intinya, teknik mendekorasi dengan menempelkan kertas bergambar ini mampu membuat barang tua terlihat baru. Menyulap barang-barang kumuh menjadi mewah. Mengubah barang murah menjadi mahal.(mga)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar