Keutamaan Menulis 113 Bismillah pada Awal Tahun Baru Islam 2021

- Senin, 9 Agustus 2021 | 07:44 WIB
Lanskap proyek Masjid Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Rabu 23 Juni 2021. Pemerintah Provinsi Jawa Barat semula menargetkan pembangunan Masjid selesai pada akhir 2020, namun karena pandemi COVID-19 diundur menjadi akhir 2021.
Lanskap proyek Masjid Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Rabu 23 Juni 2021. Pemerintah Provinsi Jawa Barat semula menargetkan pembangunan Masjid selesai pada akhir 2020, namun karena pandemi COVID-19 diundur menjadi akhir 2021.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Umat Islam akan kembali menyambut Tahun Baru Hijriah di masa pandemi Covid-19. Karena itu, umat Islam tidak bisa merayakan tahun baru Islam 2021 dengan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Lalu bagaimana merayakan tahun baru islam di rumah saja? 

Kendati demikian, dilansir dari Republika.co.id, ada sejumlah amalan yang dapat dikerjakan umat Islam di awal Muharram 1442 Hijriah. Di antaranya adalah menulis kalimat bismillah. Amalan ini diajarkan seorang ulama nusantara berdarah Kudus, yaitu Syekh Abdul Hamid Kudus.

Dalam kitabnya yang berjudul "Kanzu Al-Najah Wa Al-Surur Fi Al-Ad’iyyah Allaty Tasyrah Al-Shudur", Syekh Abdul Hamid menjelaskan bahwa orang yang menulis kalimat bismillah pada awal Muharram tidak akan tertimpa kesusahan, begitu juga keluarganya.  

"Menulis bismillah sebanyak 113 pada awal Muharam, yang menulis dan keluarganya tidak akan tertimpa kesusahan seumur hidupnya dan apabila ia bertemu dengan hakim yang zalim maka ia akan aman dari kejelekan atau kedhalimannya," kata Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya.

Kanzun al-Najah wa al-Surur merupakan kitab kumpulan doa dan amaliyah para salaf ash-shalih selaras dengan hari dan bulan Hijriyah. Dalam penyajiannya, Syekh Abdul Hamid mengutip beberapa ayat dan hadits-hadits pilihan.

Ada beberapa cara untuk menulis kalimat basmalah sebanyak 113 kali tersebut, yaitu pertama, menulis bismillahirrahmanirrahim di atas kertas dengan menggunakan bahasa Arab, seperti (بسم الله الر حمن الر حيم)

Kedua, tulisan basmalah tersebut dimulai setelah magrib atau muncul hilal (bulan muda) pada Muharram dan berakhir pada azan besok malam.

Ketiga, menulis basmalah dalam keadaan suci, baik hadas kecil atau besar. Dianjurkan dalam keadaan berwudhu.

Keempat, menulis basmalah sambil menghadap kiblat. Kelima, menutup aurat. Keenam, menutup aurat. Ketujuh, tidak berbicara saat menulis basmalah.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

X