Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun untuk Sambut 1 Muharram

- Senin, 9 Agustus 2021 | 06:37 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tahun baru islam akan datang sebentar lagi. Lalu bagaimana doa akhir tahun dan awal tahun untuk menyambut 1 Muharram 1442 Hijriyah.

Muslim di Indonesia akan merayakan tahun baru Islam atau 1 Muharram 1442 Hijriyah pada 20 Agustus mendatang. Sebagian Muslim akan merayakannya dengan membaca Surat Yasin dan doa bersama di masjid atau secara individu di rumah.

Sebenarnya tidak terdapat dalil yang menganjurkan agar berdoa dan berzikir pada akhir tahun. Tetapi tidak ada juga dalil melarang bacaan dan doa-doa untuk dibaca pada akhir tahun sehingga hukum membaca doa akhir tahun boleh-boleh saja atau masuk kategori mubah.

Pembacaan doa dilakukan saat pergantian tahun Hijriyah atau tahun Islam. Berganti harinya sebelum mahgrib, yaitu pada 29 Dzulhijjah. Sedangkan awal tahun dihitung dimulai pada saat masuk waktu maghrib, yaitu pada 1 Muharram.

Berikut ini doa akhir tahun yang dicantumkan oleh Sayid Utsman bin Yahya dalam karyanya Maslakul Akhyar.

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun

Doa Akhir Tahun

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

"Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm."

Artinya, "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku".

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

X