Memaknai Sejarah Iduladha dan Totalitas Nabi Ibrahim

- Selasa, 20 Juli 2021 | 08:30 WIB
Seorang anak memberi makan sapi di tempat penjualan hewan kurban di Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, pada Kamis, 1 Juli 2021.
Seorang anak memberi makan sapi di tempat penjualan hewan kurban di Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, pada Kamis, 1 Juli 2021.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Setiap tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya, umat Islam merayakan Iduladha. Kata Iduladha berasal dari kata 'id dan 'adha. 

'Id berakar pada kata 'aada ya'uudu' yang memiliki arti dasar 'menengok' atau 'menjenguk' atau 'kembali'.

Disebut demikian karena hari raya terus kembali berulang setiap tahunnya. Di Indonesia, Id kerap disamakan artinya dengan 'ayyada', yakni 'berhari raya'. Sedangkan kata Adha bermakna 'qurban'.

Dengan demikian, Iduladha berarti kembali melakukan penyembelihan hewan urban atau kerap disebut istilah Hari Raya Kurban. Idul Adha juga dikenal sebagai 'Lebaran Haji'. Sebab, di saat yang sama, umat Islam dari pelbagai penjuru dunia juga tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kata kurban berasal dari bahasa Arab 'kurban' dari akar kata qaraba, yaqrabu, yang berarti pendekatan. Mengutip buku berjudul "Rahasia & Keutamaan Hari Jumat" oleh Komarudin Ibnu Mikam, disebutkan bahwa berqurban berarti melakukan sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Iduladha atau Hari Raya Kurban ini ditandai dengan penyembelihan hewan Kurban di seluruh dunia sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Daging Kurban itu kemudian disalurkan kepada masyarakat umum.

Sebagaimana penuturan Al-Hasan bin Ali, "Rasulullah SAW memerintahkan kami dalam Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) agar memakai pakaian terbagus yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami miliki, dan berkurban pada hari raya Iduladha dengan binatang kurban termahal dari apa yang kami miliki." (HR. Al-Hakim)

Perintah berkurban sendiri berkaitan dengan kisah ketulusan dan totalitas dalam berkurban di dalam mengarungi kehidupan oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, Ismail.

Kala itu, Ibrahim telah berusia senja dan Ismail mencapai usia remaja. Dikisahkan, Nabi Ibrahim mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail. Mimpi tersebut merupakan bagian dari wahyu Allah.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Cara Bangun Rumah di Surga Menurut Ustaz Hanan Attaki

Selasa, 21 September 2021 | 13:42 WIB

Doa Sebelum Bekerja, Lengkap Ayat Beserta Artinya

Selasa, 21 September 2021 | 06:32 WIB

Doa Naik Kendaraan Supaya Selamat di Perjalanan

Senin, 20 September 2021 | 06:53 WIB

Apa Hukum Berambut Gondrong bagi Laki-laki ?

Minggu, 19 September 2021 | 10:30 WIB

Sunah Rasul Malam Jumat Bukan Anjuran Nabi Muhammad

Kamis, 16 September 2021 | 21:58 WIB

Ciri Wanita Penghuni Surga Menurut Islam

Kamis, 16 September 2021 | 12:49 WIB

Amalan dan Doa agar Lepas dari Cengkraman Utang

Rabu, 15 September 2021 | 23:30 WIB

Bolehkan Mengubur Suami Istri dalam Satu Liang Lahad ?

Rabu, 15 September 2021 | 06:22 WIB

Doa Ketika Hujan Lebat, Agar Terhindar dari Bencana

Selasa, 14 September 2021 | 12:04 WIB

Ragam Hukum Ibadah Haji di Masa Pandemi

Selasa, 14 September 2021 | 07:29 WIB

Doa Masuk dan Keluar WC, serta Doa Setelah Buang Air

Senin, 13 September 2021 | 08:59 WIB
X