Tunaikan Kurban Online Saat Pandemi, Berikut Penjelasannya dalam Islam

- Rabu, 14 Juli 2021 | 17:45 WIB
Baznas kembali mengadakan kurban online di idul adha tahun ini, untuk memberi kemudahan  pekurban dalam menunaikan ibadah di tengah pandemi.
Baznas kembali mengadakan kurban online di idul adha tahun ini, untuk memberi kemudahan pekurban dalam menunaikan ibadah di tengah pandemi.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Iduladha tahun ini jatuh pada tanggal 20 Juli 2021, bersamaan dengan pelaksanaan Pembatasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Oleh karena itu, adanya larangan berkumpul membuat sebagian masyarakat melakukan kurban secara online.

Kurban online dilakukan sebagai alternatif untuk tetap menjalankan ibadah kurban di tengah pandemi Covid-19.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), sama seperti tahun sebelumnya, pun kembali menggelar kurban online. Prosedur kurban online dari mereka dapat secara mudah dapat diakses melalui web resmi baznas.go.id/kurban.

Lantas, bagaimana hukum kurban online?

Dilansir dari spiritqurban.com, kurban secara online diizinkan oleh para ulama dan belum ada argumen yang jelas menentangnya, sehingga tidak ada hukum yang menunjukkan larangan atas ini.

Sedangkan, dalam ilmu fikih, kurban online diperbolehkan dengan memperhatikan lembaga kurban yang terpercaya sebagai wakil dari pihak yang berkurban. Contohnya, lembaga Baznaz yang saat ini sudah bekerja sama dengan beberapa mitra digital seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lain-lain.

Menilik penjelasan Ustadz Abdul Somad, kurban online dapat dikatakan sebagai wakalah, yaitu sesuatu yang diwakilkan oleh orang lain dengan memenuhi syarat-syarat dari wakalah itu sendiri.

Keterangan lain menjelaskan, akad wakalah dapat dilakukan tanpa bertatap muka. Dengan menekan klik pada laman web kurban sudah menjadi akad yang sah.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X