Berbagai Jenis Kata Talak yang Tidak Boleh Diucapkan Suami

- Minggu, 30 Mei 2021 | 05:40 WIB
Ilustrasi--Perceraian
Ilustrasi--Perceraian

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kata talak bisa memisahkan suami istri dalam hubungan pernikahan. Maka itu suami tidak boleh sembarangan mengucapkannya.

Dilansir dari Republika.co.id, melepaskan ikatan nikah dari suami dengan mengucapkan ucapan talak merupakan sesuatu yang halal, namun dibenci oleh Allah. Ucapan talak bisa menyebabkan berpisahnya pasangan suami-istri.

Di antara ucapan talak ialah ucapan sharih (israh), yakni ucapan yang tegas dengan maksud mentalak. Talak demikian jatuh jika seseorang telah mengucapkannya dengan sengaja walaupun hatinya tidak berniat mentalak istrinya. Ucapan talak yang sharih ada tiga, yaitu talak (mencerai), pirak (firaq) atau memisahkan diri, dan sarah (lepas).

Menurut fatwa Ibn Qudaamah, jika seorang suami berkata kepada istrinya "israh" (Anda boleh pergi), maka itu dianggap sebagai pernyataan perceraian yang gamblang atau jelas. Namun, bagaimana jika seorang suami berkata kepada istrinya dengan kata-kata "Keluar", tetapi bukan dengan maksud menceraikannya?

Apakah pernyataan kepada istri itu berarti tidak dihitung sebagai perceraian jika tidak disertai dengan niat cerai? Seperti dikutip di laman Islamweb, para ulama berbeda pendapat mengenai istilah 'pergi', apakah itu kata cerai atau metafora (kiasan) dari kata cerai.

Adapun istilah "keluar", menurut Ibnu Qudaamah itu bukan kata-kata eksplisit dari perceraian, melainkan metafora atau kiasan (ucapan kinayah/tidak jelas maksudnya) yang tidak mengarah pada perceraian tanpa niat cerai. Dalam Al-Mughni, Ibnu Qudaamah berkata terkait jenis-jenis perceraian.

"Dan metafora/kiasan yang tersembunyi, seperti pergi, menjauhlah, rasakan (kepahitan dari perpisahan), telan (kepahitan perpisahan), dan lainnya."

Lebih lanjut dijelaskan, menurut dua riwayat yang berbeda, salah satu syarat terjadinya perceraian adalah jika seorang suami berniat cerai dengan metafora/ucapan kinayah tersebut, kecuali ia mengatakannya pada saat terjadi perselisihan dan amarah. Namun, jika metafora seperti itu adalah tanggapan atas permintaan cerai dari istri, maka sejumlah cendekiawan mengatakan perceraian itu berarti terjadi.

Dengan alasan yang lebih besar, niat diperlukan sehubungan dengan istilah (ekspresi) yang sering digunakan selain perceraian, seperti keluar, pergi, dan tinggalkanlah. Perceraian itu tidak akan terjadi hingga suami meniatkannya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Baca Doa Ini Agar Terhindar dari Penyakit Parah

Sabtu, 25 September 2021 | 09:25 WIB

Cara Bangun Rumah di Surga Menurut Ustaz Hanan Attaki

Selasa, 21 September 2021 | 13:42 WIB

Doa Sebelum Bekerja, Lengkap Ayat Beserta Artinya

Selasa, 21 September 2021 | 06:32 WIB

Doa Naik Kendaraan Supaya Selamat di Perjalanan

Senin, 20 September 2021 | 06:53 WIB

Apa Hukum Berambut Gondrong bagi Laki-laki ?

Minggu, 19 September 2021 | 10:30 WIB

Sunah Rasul Malam Jumat Bukan Anjuran Nabi Muhammad

Kamis, 16 September 2021 | 21:58 WIB

Ciri Wanita Penghuni Surga Menurut Islam

Kamis, 16 September 2021 | 12:49 WIB

Amalan dan Doa agar Lepas dari Cengkraman Utang

Rabu, 15 September 2021 | 23:30 WIB

Bolehkan Mengubur Suami Istri dalam Satu Liang Lahad ?

Rabu, 15 September 2021 | 06:22 WIB

Doa Ketika Hujan Lebat, Agar Terhindar dari Bencana

Selasa, 14 September 2021 | 12:04 WIB

Ragam Hukum Ibadah Haji di Masa Pandemi

Selasa, 14 September 2021 | 07:29 WIB

Doa Masuk dan Keluar WC, serta Doa Setelah Buang Air

Senin, 13 September 2021 | 08:59 WIB
X