Merengkuh Esensi Akhlak Mulia dalam Islam

- Senin, 10 Mei 2021 | 15:38 WIB
Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat.
Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat.

Akhlak disebut juga As Sajiyah yang berarti ungkapan, ekspresi atau pernyataan. Maksudnya akhlak adalah apa yang tersimpan dalam hati atau jiwa lalu muncul kepermukaan. Menurut Prof. Asep akhlak dapat keluar melalui gestur atau bahasa tubuh. Akhlak juga dapat keluar atau tercerminkan dari kata-kata, maka menurutnya seseorang yang ucapannya santun dan lembut mencerminkan mulia akhlaknya. Sebaliknya, seseorang yang ucapannya kasar, tidak memiliki manfaat, bahkan cenderung menimbulkan kemudharatan maka mencerminkan akhlak yang rusak. Selain itu akhlak juga tercermin dalam sikap dan terlihat dari perilaku.

Akhlak disebut juga Al Muruah yang berarti harga diri, martabat, dan kehormatan. Prof Asep menjelaskan seseorang yang kualitas akhlaknya rendah maka harga dirinya pun ditempatkan pada perkara yang tidak memiliki makna. Orang tersebut akan mudah tersinggung, marah hanya karena persoalan-persoalan sepele dalam perkara dunia. Sebaliknya orang yang memiliki kualitas akhlak tinggi  akan menempatkan harga dirinya pada yang lebih bermakna.

"Rasulullah ketika harga dirinya direndahkan tidak marah, karena muruahnya tidak pada itu. Tapi ketika agama dihina, Alquran dilecehkan, Allah dihina, maka Rasulullah marah. Mengapa? Karena harga dirinya berada pada sesuatu yang bermakna," katanya.

Lebih lanjut. Prof. Asep mengatakan, akhlak berarti juga Ad Din yaitu keteraturan, peradaban, dan agama. Keteraturan menggambarkan pribadi yang baik, maju, modern dan berperadaban. Itu sebabnya Islam hadir untuk mengembangkan manusia menjadi pribadi yang berakhlak.

Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Sebab itu, menurut Prof. Asep, esensi dalam ajaran Islam bukan terletak pada ibadah atau ilmu melainkan esensi ajaran Islam terletak pada pada sikap, perbuatan, karakter, kepribadian atau disebut akhlak yang mulia.

"Mari kita evakuasi diri kita apakah sudah punya akhlak yang mulia. Mari kita kuatkan wujudkan, transformasikan kepada anak-anak kita supaya terbentuk pribadi-pribadi yang berakhlak mulia. Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk pembinaan akhlak," katanya. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X