Merengkuh Esensi Akhlak Mulia dalam Islam

- Senin, 10 Mei 2021 | 15:38 WIB
Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat.
Ilustrasi seorang Muslimah melaksanakan salat.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Akhlak menjadi hal yang pokok dalam ajaran Islam. Terutama bagaimana merawat, menumbuhkan dan mengembangkan akhlak yang mulia.

Guru Besar Tasawuf Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. K.H. Asep Usman Ismail menjelaskan, ada beberapa pengertian tentang akhlak. Akhlak diartikan sebagai al 'adah yaitu kebiasaan atau habbit.

Ia menjelaskan jika kebiasaan seseorang baik maka akhlaknya pun akan baik, sebaliknya jika kebiasaan seseorang buruk maka akhlaknya pun akan buruk. Karena itu menurutnya memperbaiki akhlak adalah memperbaiki kebiasaan.

"Oleh sebab itu kebiasaan ini harus dievaluasi, apakah kita sudah membiasakan yang baik atau kita masih terjebak dalam kebiasaan buruk, atau kebiasaan buruk tapi kita anggap baik, ini lebih parah," kata Prof. Asep dalam kajian virtual yang disiarkan Bayt Alquran-Pusat Studi Alquran (PSQ) pada Senin (10 Mei 2021).

Manusia dilahirkan ke alam dunia dalam kondisi tidak mengetahui apa-apa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat An Nahl ayat 78:

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."

Prof. Asep menjelaskan dari ayat tersebut diketahui bahwa manusia tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, perbuatan, pengalaman dan lainnya ketika lahir. Atau disebut dengan fitrah. Lalu Allah memberikan kepada manusia pendengaran, penglihatan serta memberikan memori untuk menyimpannya di dalam hati nurani yang disebut afidah atau fuad. Sehingga menurutnya akhlak itu terbentuk berdasarkan apa yang didengar, dilihat dan apa yang tersimpan dalam memori.

"Tentu saja yang didengar adalah suara, yang dilihat adalah gambar dan gerak, lalu setelah tahapannya mendengar, melihat,   menyimpan, menirukan, mengulang-ulang, lama-lama jadi kebiasaan. Saat kebiasaan itu lah terjadi akhlak," jelasnya.

Lebih lanjut Prof. Asep, menjelaskan akhlak juga disebut dengan tobi'ah yang berasal dari kata toba'a yang artinya mencetak. Maksudnya yaitu segala apa yang didengar, dilihat, yang disimpan dalam hati, yang ditirukan, dan yang diulang-ulang lambat laun akan membentuk atau tercetak dalam kalbu seseorang. Maka menurutnya akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

5 Cara Masuk Surga tanpa Hisab

Kamis, 20 Januari 2022 | 11:50 WIB

Doa Buka Puasa Senin Kamis

Minggu, 16 Januari 2022 | 12:00 WIB

5 Amalan Hebat Setiap Hari, Amalkan Yuk

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:00 WIB

Niat Puasa Qadha Ramadhan Arab, Latin, dan Artinya

Rabu, 12 Januari 2022 | 20:48 WIB

Zikir dan Doa Bangun Tidur Sesuai Hadis dan Sunah

Selasa, 11 Januari 2022 | 21:16 WIB

6 Akibat Minuman Keras Menurut Islam

Minggu, 9 Januari 2022 | 14:00 WIB

Hukum Terlambat Mengumandangkan Adzan

Jumat, 7 Januari 2022 | 11:40 WIB
X