Cara Hindari Bau Mulut Saat Puasa

- Selasa, 20 April 2021 | 04:00 WIB
Ilustrasi bau mulut.
Ilustrasi bau mulut.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Puasa di bulan Ramadan menahan nafsu agar tidak makan dan minum sampai menjelang waktu berbuka. Namun, banyak yang bermasalah dengan bau mulut saat berpuasa.

Hal ini dapat terjadi karena kita tidak makan untuk waktu yang lama sehingga berdampak pada jumlah air liur yang dihasilkan.

"Air liur berperan penting dalam melindungi mulut dan mengurangi pertumbuhan bakteri. Selama puasa, aliran air liur berkurang dan oleh karena itu, perlindungan terhadap bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut berkurang," kata Ahli Kebersihan Gigi di Dental Studio, Dubai Ciara Hendy dikutip dari The National News, Senin, 19 April 2021.

Ia menjelaskan ada beberapa cara agar terindar bau mulut saat berpuasa di bulan Ramadan. Pertama, penting minum air yang cukup saat sahur dan buka puasa.

Hal ini tidak hanya dapat membuat Anda terhidrasi antara matahari terbit dan terbenam tetapi juga membantu mencegah bau mulut.

"Air membantu membersihkan partikel makanan penyebab lain bau mulut dan karenanya menghindari halitosis," kata Hendy.

Kedua, harus hindari konsumsi kafein, garam berlebih dan makanan lain yang menyebabkan dehidrasi baik untuk tujuan kebersihan mulut. Ketiga, jangan langsung menyikat gigi setelah makan.

Ia merekomendasikan untuk menunggu selama 30 hingga 60 menit setelah makan sebelum Anda menyikat. Setelah makan, kadar asam di mulut meningkat dan gigi berada pada kondisi paling lemah.

"Menyikat pada tahap ini bisa menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada enamel gigi. Menunggu akan memungkinkan air liur menetralkan lingkungan mulut dan membantu pemulihan dari asam," kata dia.

Keempat, jangan menunda kunjungan ke dokter gigi. Banyak orang menunda perawatan gigi selama Ramadan. 

Hal ini dapat menyebabkan penyakit gusi atau memperburuk kondisi, seperti gigi berlubang. Selain itu, orang-orang makan lebih banyak makanan manis dan daging selama Ramadan.

"Jadi, disarankan tidak menunda perawatan gigi. Jika Anda khawatir suatu sesi akan mempengaruhi puasa Anda, pertimbangkan pergi ke klinik setelah buka puasa, kebanyakan klinik gigi buka sampai larut malam untuk menampung pasien setelah buka puasa. Yang penting, jika Anda berobat untuk penyakit gusi atau gigi berlubang sebelum Ramadan, pastikan Anda terus mengunjungi dokter gigi," kata dia.

Dokter Gigi Estetika dan Kosmetik dari Rumah Sakit Zulekha di Dubai, Rumana Abbas Dawasaz mengatakan bau mulut dapat dikurangi dengan mengurangi konsumsi bahan-bahan seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai.

Bahan kimia yang terkait dengan makanan ini cenderung masuk ke aliran darah dan pindah ke paru-paru dan kemudian diembuskan keluar dengan efek yang bertahan lama.

“Ikan juga bisa menyebabkan bau mulut. Perasan lemon pada ikan dapat membantu mengurangi hal ini. Minuman berkafein adalah penyebab lainnya. Ini menyebabkan mulut menjadi kering sehingga mengeluarkan bau yang tidak sedap.  Efeknya bisa dikurangi dengan minum air setelah konsumsi," kata dia.

Kemudian, ia merekomendasikan agar berbuka puasa dengan air dan kurma dan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran serta probiotik seperti yogurt. Lalu, ia mengingatkan agar masyarakat menjaga kebersihan mulutnya.

"Rutinitas kebersihan mulut seseorang harus terdiri dari menyikat gigi dua kali sehari selama dua hingga tiga menit dengan pasta gigi berfluorida dan sikat gigi medium-lembut yang harus diganti setiap tiga bulan," kata dia.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Nama-nama Anak yang Dilarang dalam Islam

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:34 WIB

15 Kata Mutiara Maulid Nabi 2021 yang Menyentuh Hati

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:00 WIB

3 Kunci Sukses Hidup di Dunia Menurut Islam

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:00 WIB

Cara Melawan dan Melemahkan Iblis Sesuai Ajaran Islam

Senin, 11 Oktober 2021 | 12:38 WIB

7 Hadits Larangan Marah dalam Islam, Yuk Teladani!

Jumat, 8 Oktober 2021 | 16:38 WIB
X