Siapa Tersangka Tragedi Kanjuruhan? Gas Air Mata Tumbalkan Puluhan Aparat

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:44 WIB
Suporter sepak bola UNISBA gelar aksi Bertajuk 'Justice for Kanjuruhan'. (Ayobandung.com/Magang/Ditya Rafi Muttaqin)
Suporter sepak bola UNISBA gelar aksi Bertajuk 'Justice for Kanjuruhan'. (Ayobandung.com/Magang/Ditya Rafi Muttaqin)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Persoalan Tragedi Kanjuruhan hingga kini masih ditelusuri. Kendati sudah ada beberapa aparat keamanan yang diduga melakukan pelanggaran saat proses pengamanan.

Dari pihak TNI sendiri terdapat lima anggota diduga melakukan tindakan berlebihan dalam Tragedi Kanjuruhan. Hal tersebut dikemukakan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Sementara di instansi Polri, terdapat 31 personel yang diduga melakukan pelanggaran kode etik. Mereka pun diperiksa oleh Irwasum dan Propam atas arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Sanksi FIFA Bisa Diringankan? Erick Thohir Turun Tangan!

"Yang audit investigasi Propam maupun Irwasum itu kaitan dengan pelanggaran kode etik," ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, menyadur PMJ News, Kamis, 6 Oktober 2022.

Dia mengatakan para anggota Polri tersebut diperiksa didasari sejumlah peraturan. "Perkap (peraturan Kapolri) 1 2009, Perkap 16, termasuk Statuta FIFA," kata dia.

Dugaan tindakan refresif aparat keamanan dan pelemparan gas air mata ke sejumlah titik di stadion, diduga yang menjadi pemicu utama tumbangnya ratusan korban jiwa.

Para suporter yang turun ke lapangan, tak terkecuali di tribun penonton kemudian panik sehingga banyak di antaranya yang dilaporkan mengalami sesak nafas, terinjak, hingga kehilangan nyawa.

Terkait SOP sendiri, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyebut bahwa penggunaan gas air mata di lapangan sudah sesuai SOP, padahal FIFA sudah melarang pembawaan gas pembubar massa, apalagi untuk digunakan.

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X