Soal Tragedi Kanjuruhan, PKC PMII Jawa Barat Buka Suara

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 13:39 WIB
Ilustrasi Ayah Ibu Tewas dalam Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang Saat Rayakan Ulang Tahun Anak (Instagram/ officialpersebaya)
Ilustrasi Ayah Ibu Tewas dalam Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang Saat Rayakan Ulang Tahun Anak (Instagram/ officialpersebaya)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- PKC PMII Jawa Barat buka suara terkait insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, pada lanjutan BRI Liga 1.

Aprliana Eka Dani, ketua PKC PMII Jawa Barat turut berbela sungkawa bagi para korban terkhusus para keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: Jokowi Menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino, Apakah Piala Dunia U-20 Jadi Dilaksanakan di Indonesia?

“Tidak ada pertandingan yang sebanding dengan sebuah nyawa, karena dalam kompetisi apapun, kemanusiaan di atas segalanya,” katanya, Selasa, 5 Oktober 2022.

April melanjutkan, “Kejadian yang memilukan ini merupakan ketidakseriusan PSSI dalam mengurus federasi sepak bola Indonesia, mengingat kejadian sepak bola yang memakan korban jiwa
bukan hanya terjadi sekali ini saja. Namun sampai saat ini tidak ada tindakan dan evaluasi yang serius."

Dalam stadium safety and security regulation pasal 19, kata dia, ditegaskan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion (aturan FIFA).

"Namun yang terjadi adalah miskoordinasi antara aparat keamanan, panitia PT LIB di bawah naungan PSSI sehingga aksi pengamanan sampai memakan korban jiwa. Miris ketika PSSI tidak mampu mengontrol kegiatan yang perhatian nya di bawah naungan Lembaga tersebut."

Baca Juga: Sanksi FIFA dan Daftar Korban Kanjuruhan Masih Jadi Misteri

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X