Kapolres Malang Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan, Sanksi FIFA Kapan?

- Senin, 3 Oktober 2022 | 20:52 WIB
Sanksi FIFA jadi kekhawatiran pecinta sepak bola tanah air setelah tragedi Kanjuruhan yang memakan banyak korban jiwa. (Wikimedia Commons)
Sanksi FIFA jadi kekhawatiran pecinta sepak bola tanah air setelah tragedi Kanjuruhan yang memakan banyak korban jiwa. (Wikimedia Commons)

AYOBANDUNG.COM - Sanksi FIFA jadi kekhawatiran pecinta sepak bola tanah air setelah tragedi Kanjuruhan. Tragedi pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut diketahui memakan banyak korban jiwa.

Korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan dilaporkan mencapai 125 orang. Jumlah itu merupakan hasil verifikasi ulang Dinas Kesehatan Kabupaten Malang berdasarlan data korban yang terkumpul pada tanggal 1-2 Oktober 2022.

Buntut dari tragedi Kanjuruhan pula, sejumlah pentolan kepolisian yang bertanggungjawab dalam penyelenggaraan duel Liga 1 tersebut, dicopot karena diduga lalai. Salah satunya Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.

Selain Fery, sembilan anggota Brimob dinonaktifkan. Mereka mengisi peran sebagai Komandan batalyon (Danyon), Komandan Kompi (Danki) dan Komandan Pleton (Danton). Pencopotan serta penonaktifan tersebut dilakukan oleh Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Kapolres AKBP Ferly Hidayat Dicopot Diganti AKBP Putu Kholis Aryana

"Semuanya masih dalam proses pemeriksaan oleh tim malam hari ini," terang Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Senin, 3 Oktober 2022, mengutip Suara.com.

Tragedi terburuk kedua di abad 21

Tragedi Kanjuruhan menjadi yang terburuk kedua di dunia sepak bola pada abad 21, setelah tragedi ACCRA di Ghana pada 2001. Mulanya, tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut diduga terburuk kedua di dunia, andai data tidak diverifikasi ulang.

Baca Juga: 5 Artis Indonesia Ungkapkan Duka Cita Tragedi Kanjuruhan, Najwa Shihab Ajak Kumpulkan Bukti Kejadian

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X