Eko Maung Terkait Tragedi Kanjuruhan: Sepak Bola Indonesia Wajib Dievaluasi Menyeluruh

- Senin, 3 Oktober 2022 | 15:44 WIB
Duka untuk tragedi Kanjuruhan, Malang. (Intan Lucy Maudina/Magang AyoBandung.com)
Duka untuk tragedi Kanjuruhan, Malang. (Intan Lucy Maudina/Magang AyoBandung.com)

Terkait aksi represif yang dilakukan aparat pengamanan kepada suporter, Eko menilai seharusnya pihak pengamanan bisa memberikan treatment berbeda dibandingkan mengamankan massa pendemo. Mengingat, lanjut dia, suporter sepak bola itu spesifik dan memiliki tradisi budaya yang kaya.

"Termasuk suporter Ultras dan Casual, mereka itu bukan takut berhadapan dengan polisi malah justru akan menganggap dirinya keren. Sehingga, pengamanan di Stadion harus menghadirkan pengamanan dari SDM khusus. Semisal, polisi dilatih menangani suporter sepak bola mulai cara persuasif yang jangan langsung main hajar," jelasnya.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan, terang Eko, pihak Mabes Polri bisa membentuk satuan tugas khusus untuk pengamanan di Stadion. Dengan catatan, anggaran yang dikeluarkan untuk pembentukan hal tersebut harus serius tidak tanggung-tanggung.

"Ini nantinya akan menjadi pembeda antara pengamanan aksi unjuk rasa dan pengamanan suporter di Stadion. Sehingga bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Duka untuk tragedi Kanjuruhan, Malang. (Intan Lucy Maudina/Magang AyoBandung.com)

Tak hanya pihak kepolisian, ia pun menilai PSSI harus berbenah selaku regulator harus membenahi sistem pengamanan dan penjelasan SOP pengamanan baik terhadap panpel maupun petugas pengamanan.

"Selain itu, suporter juga harus berbenah. Jangan jadikan keributan dan kerusuhan sebagai budaya," imbuhnya.

Sehingga, jika merujuk statuta FIFA Eko menilai kejadian tragedi Kanjuruhan bisa menyebabkan Indonesia dikenakan sanksi oleh FIFA.

Terlebih tragedi tersebut menjadi tragedi sepak bola yang menyebabkan kematian terbanyak kedua di dunia.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: Achmad Jufriyanto Ucapkan Belasungkawa, Sepak Bola itu Hiburan Bukan Kuburan

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X