Ricuh di Kanjuruhan jadi Tragedi Kelam Sepak Bola Indonesia, KPI: Jangan Eksploitasi Kekerasan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 10:14 WIB
Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah soal kerusuhan di Kanjuruhan Malang (Instagram/@kpipusat)
Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah soal kerusuhan di Kanjuruhan Malang (Instagram/@kpipusat)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tragedi Kanjuruhan, menjadi peristiwa kelam dalam dunia sepak bola Indonesia dan bahkan dunia.

Peristiwa naas yang tewaskan 125 orang dan 323 lainnya luka-luka pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya itu menjadi sorotan berbagai pihak.

Mulai dari media asing, hingga selebriti luar negeri yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban di Kanjuruhan yang mayoritas adalah remaja.

Baca Juga: Kesaksian Aremania soal Tragedi Kanjuruhan, Gas Air Mata Picu Desakan Hingga Korban Jiwa: Tak Ada Bentrokan

Banyak pihak yang merasa marah, kecewa dan sedih atas hilangnya ratusan nyawa akibat kerusuhan pasca kerusuhan yang diduga terjadi akibat kekalahan Arema FC di kandangnya.

Selama 23 tahun terakhir, pertandingan Sabtu 1 Oktober 2022 tersebut adalah kekalahan pertama Arema FC melawan Persebaya Surabaya di kandangnya.

Pendukung yang kecewa diduga hendak menimbulkan kerusuhan di lapangan. Sehingga polisi terpaksa mengeluarkan gas air mata yang berakhir tidak baik.

Penonton yang panik diduga berlarian hingga akhirnya berdesakan di salah satu pintu keluar. Aksi saling gencet, dan saling injak menyebabkan banyak korban berjatuhan.

Baca Juga: Ujud Doa Bagi Korban Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang Bersamaan Doa Rosario

Halaman:

Editor: Mutiara Rizka Maulina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X