Catatan Merah Away Bandung, Bonek Tuntut Tanggung Jawab Panpel Imbas 2 Bobotoh Tewas di GBLA

- Jumat, 24 Juni 2022 | 18:40 WIB
Catatan Merah Away Bandung, Bonek Tuntut Tanggung Jawab Panpel Imbas 2 Bobotoh Tewas di GBLA (Twitter/Green Nord 27)
Catatan Merah Away Bandung, Bonek Tuntut Tanggung Jawab Panpel Imbas 2 Bobotoh Tewas di GBLA (Twitter/Green Nord 27)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kelompok Bonek yang mengatasnamakan dirinya sebagai Green Nord 27 menuntut pertanggungjawaban panpel melalui 'Catatan Merah Away Bandung'.
 
'Catatan Merah Away Bandung' ini dibuat atas nama empat kelompok Bonek, julukan bagi pendukung Persebaya Surabaya. Keempat kelompok Bonek itu antara lain Green Nord 27, Tribun Kidul Suroboyo, Tribun Timur, dan Gate Jhoner 21.
 
Kelompok Bonek mengawali catatan itu dengan menyampaikan belasungkawa kepada rekan suporter, yaitu dua Bobotoh yang tewas di Stadion GBLA.
 
 
Kedua Bobotoh bernama Asep Ahmad Solihin dan Sopiana Yusuf ini tewas diduga berdesak-desakan dan terinjak-injak, ketika hendak masuk ke area Stadion GBLA guna menyaksikan laga Persebaya vs Persib, 17 Juni 2022.
 
Dalam tuntutannya, kelompok Bonek menyayangkan anggotanya tidak dapat masuk ke Stadion GBLA meski pada saat itu mereka memiliki tiket resmi.
 
"Sebanyak 200 dari total 350 anggota Tribun Timur Surabaya pemengang tiket resmi tidak bisa masuk  ke Stadion. Karena tribun sektor Selatan yang dipersiapkan khusus bagi suporter tim tamu, sudah dipenuhu oleh pendukung tuan tumah. Sudah tidak ada tempat untuk berdiri, apalagi duduk," tulis Green Nord 27 dalam unggahannya di Twitter, dilihat Jumat, 24 Juni 2022.
 
Bukan hanya itu, pihaknya juga mencatat, sebanyak 150 dari total 325 anggota Tribun Kidul Suroboyo yang membeli tiket secara resmi ke ofisial Persib, tidak bisa masuk stadion karena barcode tiket tidak bisa dipindai oleh alat yang disediakan panpel.
 
 
Kejadian itu sangat disayangkan Bonek karena di sisi lain, pihaknya menyebut, bahwa melihat ribuan orang yang masuk ke stadion dengan hanya membayar para penjaga pintu Rp 25.000 per satu penonton.
 
Beberapa anggota Bonek itu yang tiketnya tidak dapat dipindai oleh alat dari panpel, justru diminta Rp 25.000 untuk masuk stadion tanpa harus menggunakan tiket.
 
"Mengutuk keras dan tidak bisa mentolerir kejadian yang menimpa beberapa Bonek (terutama dari Tribun Green Nord) yang dilakukan oleh FCC (salah satu kelompok pendukung Persib), yang akan berimplikasi lebih lanjut," tulis Bonek dalam catatan itu.
 
 
Pihaknya turut mengimbau kepada dulur-dulur Bonek yang selama ini mendukung Persebaya di kandang lawan dengan cara estafet, supaya lebih baik dihentikan.
 
"Karena seringkali disalahgunakan oleh para maling dan penjahat untuk memuluskan aksi mereka, dan menciderai nama Bonek dan Persebaya," tulis Bonek.
 
Dari keseluruhan catatan yang dibuat itu, kelompok Bonek mengaskan, pihaknya mengalami kerugian yang sangat besar.
 
Kerugian ini bukan hanya persoalam materi saja, melainkan rasa trauma. Sebab, sudah banyak energi baik dari segi fisik maupun waktu yang dikorbankan, akan tetapi tujuan utama mendukung langsung Persebaya di stadion digagalkan oleh panpel.
 
 
"Kami menuntut pihak panpel penyelenggara laga Persebaya vs Persib untuk bertanggung jawab dengan menggantikan seluruh kerugian yang kami alami," tulis Bonek.
 
"Apabila tuntuan kami tidak dipenuhi, maka kami tidak segan-segan untuk melakukan upaya hukum dengan melaporkan malasah ini ke pihak kepolisian, dan juga lembaga terkait seperti Lembaga Perlindungan Konsumen. Kami akan terus melawan sampai hak kami ditunaikan," pungkas 'Catatan Merah Away Bandung'.
 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X